|
Mari Nakano Berikan Waktu Anak Untuk Kegiatan Pramuka |
|
|
|
Posting by Hadi
|
|
Monday, 11 September 2006 |
 Wajahnya tidak terlihat kalau wanita ini sudah berumur, karena disamping wajah yang cantik dan bugar dia masih tetap energik melaksanakan tugasnya sebagai Chairman, APR Program Sub Committee 2004-2007 (Ketua Bidang Program Pramuka Regional Asia pasific) belum lama ini beliau berkesempatan melihat dari dekat kegiatan pramuka di Indonesia.
Pada kesempatan melihat dari langsung kegiatan pramuka luar biasa pada Sekolah Luar Biasa Yayasan Pembina Anak Cacat (YPAC) Jl. Hang Lekiu III Kebayoran Baru Jakarta Selatan beberapa waktu yang lalu, Mari Nakano didampingi Paulus Tjakrawan Chairman Financial Resources Sub Committee 2004-2007 (Ketua Bidang Keuangan Pramuka Regional Asia pacific) dan beberapa staff Kwartir Nasional Gerakan Pramuka melakukan wawancara dengan Agoes A Rahman pembina Gugus pramuka depan luar biasa YPAC Kebayoran baru, untuk melihat sejauh mana kegiatan pramuka bermanfaat bagi mereka yang memiliki kekurangan fisik dan mental. Hasil dan kunjungan ke gugus depan pramuka luar biasa di Jakarta, akan dituangkan dalam kegiatan di APR Workshop on Working withYouth with Special Needs, 27 Sept-1 Okt, di Australia tentang bagaimana metode latihan pramuka yang dipakai untuk anak-anak cacat di Indonesia.  Dalam wawancara langsung dengan Pembina dan orang tua murid sekolah luar biasa YPAC Kebayoran Baru ini. Mari Nakano mendapatkan penjelasan yang sangat menarik, karena lain dari kegiatan sekolah biasa, kegiatan pramuka masuk kedalam kegiatan ekstra kurikuler namun pada sekolah luar biasa kegiatan pramuka masuk kedalam kegitan kurikuler sekolah. “Bagaimana kegiatan pramuka disekolah ini ?” Tanya Mari nakano Yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh kak Paulus kepada salah seorang orang tua murid.  “Kegiatan pramuka adalah kegiatan yang sangat dinantikan oleh para murid di YPAC mereka merasakan kegembiraan dan memberikan kekuatan untuk mandiri, kalau sudah waktunya hari latihan pramuka sejak bangun tidur anak saya sudah sibuk untuk berangkat cepat-cepat kesekolah” kata orang tua murid yang diwawancarai olehnya. Namun yang paling menarik menurut Mari Nakano orang tua murid sekolah luar biasa sangat peduli sekali dengan anak-anaknya, karena mereka mau mengantar dan menunggu anak-anak mereka setiap hari. Kebiasaan Mari Nakano terbilang unik ketika mewawancarai seseorang di jambore nasional gerakan pramuka 2006 Sumedang Jawa Barat maupun kunjungan ke gugus depan pramuka luar biasa di Jakarta. Ia selalu bertanya dalam bahasa Inggris dan ketika mendapat jawabannya Mari menuliskannya dalam bahasa Jepang. Kenapa begitu ? banyak yang bertanya kepadanya soal kebiasaan tersebut. “untuk menyingkat waktu penulisannya dan tentunya agar tidak melupakan tulisan Jepang karena saya orang Jepang untuk tidak menghilangkan jati diri” katanya sambil tersenyum.  Mari Nakano selain menjabat ketua program Asia Pasific juga sebagai Deputy International Commisioner Scout Association Of Japan. Istri seorang dokter bedah dan paru-paru yang tertulis pada nama belakangnya ini yaitu dr Nakano sangat aktif di kegiatan pramuka sejak berumur sepuluh tahun, namun menurutnya kegiatan pramuka di Indonesia berbeda dengan kegiatan pramuka di Jepang. Kalau di Indonesia Gerakan Pramuka lebih banyak terdapat di sekolah ( School Base) sedangkan kegiatan pramuka di Jepang tidak di sekolah melainkan di lingkungan sekitarnya tempat tinggal ( community Base) jadi kegiatanya benar benar tidak mengikuti aturan sekolah, mungkin juga karena pembagian waktu atau musim yang berbeda dengan negara saya di Jepang. Kegiatan pramuka pada dasarnya sama, semuanya ditujukan untuk memberikan bekal hidup (life Skill) untuk anggotanya. Oleh karena itu ibu dari dua anak laki laki berumur 24 dan 22 tahun serta satu orang perempuan berumur 20 tahun ini juga memberikan waktu anak-anaknya untuk mengikuti kegiatan pramuka, agar mereka memiliki bekal hidup, ketrampilan dan mental yang berani seperti orang tuanya, perlu di ketahui ketiganya merupakan anggota Fuji Scout (Pramuka Garuda) tingkatan peserta didik yang paling tinggi di Jepang.(ir) |