| Dr Mohammad Mukhyuddin Sarwani |
|
|
| Posting by Hadi | |
| Wednesday, 19 July 2006 | |
Tokoh Kepanduan MalaysiaPramuka Mengajarkan Anggota Peduli Jambore Nasional VIII tahun 2006 di Bumi Perkemahan Letnan Jenderal Purn Dr (HC) Mashudi, Kiarapayung, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, memang telah berakhir. Namun demikian, gaungnya terus bergema, bahkan akan menjadi kenangan tersendiri bagi sekitar 19.000 peserta baik dari dalam dan luar negeri. Yang menjadi pertanyaan kini: apa dan bagaimana tentang kepanduan Indonesia dan internasional? Apakah Pramuka dapat menjadi “penyelamat” generasi muda dari berbagai ancaman negatif saat ini? “Pada dasarnya Pramuka ini sebenarnya merupakan salah satu jenis kegiatan pendidikan nonformal, yang sifatnya (berguna) melengkapi pendidikan formal, dalam upaya nation and character building (pembentukan watak dan kepribadian) kaum muda sebuah bangsa yang cinta tanah air,” kata tokoh kepanduan Malaysia Dr Mohammad Mukhyuddin Sarwani, yang saat ini sebagai Chairman King Scout Brotherhood Malaysia. Dr Mohammad Mukhyuddin Sarwani dimintai pendapatnya seputar kepanduaan (Pramuka) di sela kegiatan workshop yang bertajuk “Workshop on Developing Partnerships Trough Public Relations” (Membangun Kemitraan Melalui Humas Regional Asia Pasifik) di Bandung, Jawa Barat, belum lama ini. “Pramuka mengajarkan kebaikan dan menjadikan setiap anggota peduli,” dalih Dokter lulusan sebuah universitas di India yang sudah aktif pada kepanduan sejak usia 18 tahun hingga sekarang. Menarik berbincang dengan Assisten National Chief Comissioner Scouts Association of Malaysia kelahiran Perak, 14 Mei 1950 yang juga dokter THT (Telinga Hidung Tenggorokan) dan berpraktek di Klinik Menara, Jalan Kramat, Kuala Lumpur, Malaysia. Kepada Hari Setiyowanto, wartawan Majalah Gemari, Dr Mohammad Mukhyuddin membahas seputar kepanduan regional hingga internasional. Bagaimana pendapatnya mengenai turunnya minat generasi muda akan kepanduan, dan seperti apa pengamatannya terhadap Gerakan Pramuka di Indonesia? Berikut petikannya. Bisa Anda jelaskan, kepanduan atau Pramuka itu apa? Pada dasarnya Pramuka ini sebenarnya merupakan salah satu jenis kegiatan pendidikan nonformal yang sifatnya (berguna bagi) melengkapi pendidikan formal dalam upaya nation and character building (pembentukan watak dan kepribadian) kaum muda sebuah bangsa yang cinta tanah air. Setiap pelajaran yang mereka ketahui dipelajari sendiri dalam waktu yang sama dan dalam konteks janji-janji Pramuka. Dan dalam Pramuka tidak ada larangan untuk membuat berbagai kreativitas melalui aktivitas kegiatannya. Tetapi setiap aktivitasnya bertujuan baik. Seperti, menolong orang, tanggap bencana, peduli sesama, dan sebagainya. Serta semua yang dilakukan tanpa pamrih, karena semua itu semata-mata panggilan tugas suci setiap anggota Pramuka. Bahkan setiap anggota Pramuka bukan saja peduli kepada sesama manusia, tetapi juga terhadap lingkungan hidup sekitar baik pohon, binatang, air, tanah, udara, dan sebagainya. Ajaran yang ada dalam Pramuka itu sama dengan ajakan berlaku baik pada ajaran semua agama, baik agama Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan ajaran agama lainnya. Jadi, semua ajaran yang diperoleh dari Pramuka akan sangat baik bagi diri setiap anggota. Perbuatan baik ini akan bermanfaat pula bagi kehidupannya dimasa datang. Inilah satu bukti bahwa Gerakan Kepanduan bisa hidup hingga tak terasa diusia yang 100 tahun di 2007 nanti. Sehingga merupakan satu gerakan yang tergolong tertua sekali. Apakah itu artinya, prinsip-prinsip ajaran Pramuka dapat menjadi “penyelamat” generasi muda dari berbagai ancaman negatif saat ini? Melalui prinsip-prinsip yang diajarkan dalam Pramuka kita harapkan anak-anak dimasa datang akaan menjadi generasi bangsa dunia berkualitas demi bangsa yang maju. Terlebih diera yang penuh dengan ancaman baik itu narkoba maupun pergaulan yang kurang sehat. Maka sangat penting anak-anak kita memiliki kekuatan pondasi dari dalam. Artinya, apabila mereka sudah memiliki dasar yang kokoh dan baik maka mereka dapat selamat dari berbagai ancaman tersebut. Kita sebagai ibu bapak pun tentu sangat menginkan supaya anak-anak mendapat pengajaran yang baik. Dan Pramuka mengajarkan itu. Seperti kita ketahui dalam Pramuka ada pengajaran untuk berbuat saling tolong menolong dan juga bergotong royong. Selain itu ada pengajaran skill of life (ketrampilan) yang mengajarkan ketrampilan sebagai bekal untuk mandiri. Jadi semua ajaran yang diberikan dalam kegiatan Pramuka itu penting pula bagi bekal “hidup” di era millenium sekarang ini? Betul sekali. Jadi untuk masa depan atau era millenium sekarang ini harus menyiapkan diri kita dan anak-anak kita sebaik mungkin. Kita tidak mau kegiatan dari Gerakan Pramuka ini seperti menjadi sekedar show.Kita tidak mau menganggap sebagai orang tua yang berumur 100 tahun. Orang tua jompo dengan mata buta, tuli, pikun dan sakit-sakit serta hidup dalam ketergantungan orang lain. Jadi kita perlu mencari sesuatu bagi diri kita sendiri, sehingga mampu mandiri. Serta kita juga perlu membuka diri kita belajar dari pengalam orang lain selama itu baik dan memiliki manfaat. Sejatinya menurut Anda bagaimana minat generasi muda pada kegiatan kepanduan (kepramukaan), sehingga mereka memiliki tambahan bekal dan pengetahuan terlebih sebagai generasi bangsa yang tanggap, tangguh, peduli, bertanggung jawab dan berkualitas? Itulah pentingnya apabila para pemimpin semua mengetahui apa yang terjadi sekarang, mereka peka terhadap perkembangan, mereka harus menyiapkan diri untuk membaca lebih mencari solusi terbaik. Mereka bisa berdiskusi, berembuk bertukar pikiran untuk mencari jalan keluar yang terbaik demi menyelamatkan anak-anak kita. Kita perlu dan tidak usah malu belajar dari suatu negara atau negara lain. Misalnya, pengalaman dari Negara Malaysia boleh juga kita bawa ke Indonesia, dan sebaliknya. Untuk yang lebih luas lagi, pengalaman daripada Asean bisa juga dijadikan pengalaman di Regional Asia Pasifik, Regional Timur Tengah (Kawasan Arab), dan seterusnya. Jadi semua itu tidak terlepas dari setiap pengetahuan, informasi, alih teknologi. Apabila ada kemauan saling tukar informasi, maka semua akan berjalan baik. Walaupun kita tidak dapat berlomba dengan apa yang terjadi sekarang, tetapi kita bersedia peduli, seperti motto daripada scout yaitu “Be prepare” (selalu peduli). Jadi kita masih bersedia pada untuk menghadapi cabaran-cabaran (tantangan) yang ada sekarang. Sementara mengenai indikasi menurunnya anggota itu memang jelas terjadi. Tetapi hemat saya tidak terjadi pada Pramuka saja tetapi dibanyak organisasi lainnya. Ini awalnya karena orang tua senang terhadap Pramuka atau oragnisasi lainnya, tetapi setelah berubah maka keadaan pun turut berubah seiring dengan pendekatan pola hidup, dan itu ikut mempengaruhi pula. Akan tetapi bagi mereka yang mengetahui akan mengajari anak-anaknya untuk terus kembali ke (belajar tentang) Pramuka. Untuk mempelajari tentang berbagai pengetahuan dan bejalar membekali hidup. Karena itu saya tidak risau dengan berkurangnya anggota. Kita masih memiliki banyak anggota berkualitas yang berdedikasi terhadap Pramuka. Itulah pentingnya dedikasi dari anggota berkualitas. Apakah melalui kepanduan ini dapat memperkuat tali persatuan antar bangsa-bangsa bukan saja di kawasan Asean, Asia Pasifik bahkan dunia? Kepanduan itu merupakan suatu tali persaudaran. Di kawasan Asia Pasifik misalnya, kita memiliki sekitar 17 juta anggota yang tersebar di 23 negara. Jadi persahabatan yang terjalin antara 23 negara ini cukup erat dan terjaga baik. Ini bukti ikatan itu cukup kuat. Dan setiap anggota itu sama tidak. Tidak ada itu pengusaha, kepala kantor, pendidik atau yang lainnya. Artinya tidak ada perbedaan. Semua adalah persaudaraan. Kemudian, menurut Anda bagaimana upaya mempublikasikan dan memasarkan seluruh kegiatannya Scout (Pramuka)? Sebenarnya dalam konteks profil kepanduan (kepramukaan) ini ada tiga kecabangan. Pertama, public relation (kehumasan). Kedua, informasi, komunikasi dan teknologi – transfer teknologi informasi. Dan sebetulnya ketiganya lebih kurang memiliki obyek itu sama. Tapi dalam bentuk berlainan. Namun hasilnya itu satu. Selama ini Scout (kepanduan atau Pramuka) yany selalui berbuat kebaikan, tetapi tidak pernah tampak. Masyarakat umum tidak mengetahui. Tetapi apabila ada hal jelek terjadi, seperti misal anak jatuh dan tangannya patah. Maka, ia dijadikan satu berita. Jadi karena kurangnya publikasi menyebabkan setiap kegiatan yang dilakukan Pramuka tidak terdengar atau tidak terlihat oleh publik. Untuk itu memandang perlu melakukan pengajaran baru kepada anggota-anggota Pramuka supaya mencari jalan bagaimana cara menceritakan atau memberitakan tentang Pramuka dengan segala aktivitasnya kepada umum. Jadi itulah pentingnya diadakan workshop kehumasan dan cara membangun kemitraan. Sehingga terbangun sistem kehumasan melalui pola kemitraan dengan berbagai pihak baik perusahaan, intern Pramuka, pemerintah, swasta, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), pendidik, maupun keluarga (orang tua), dan sebagainya. Apabila kita dapat membangun kemitraan dengan baik melalui kesamaan dan persamaan bersama mitra, tentu akan mampu memajukan aktivitas Pramuka dan programnya. Sebagai seorang senior di kepanduan internasional, menurut Anda bagaimana dengan Gerakan Pramuka di Indonesia? Berdasarkan pandangan saya kegiatan kepanduan di Indonesia itu cukup kuat. Saya cukup bangga karena Gerakan Pramuka mempuyai anggota yang terbanyak di seluruh dunia. Ini menunjukkan satu solidaritas, kekuatan. Saya bangga setiap kali melihat anak-anak menggunakan seragam Pramuka. Dan apabila mereka memakai seragam, dan ini merupakan satu simbol, mereka dengan tekun belajar berbagai pelajaran kepanduan sebagai tambahan pelajaran skill of life. Sudah sejak dari dulu saya tahu anggota-anggota Gerakan Pramuka di sini itu handal-handal. Dan dunia juga tahu itu. Sumber : Majalah Gemari |
| < Prev | Next > |
|---|


Tokoh Kepanduan Malaysia



