Bahasa Bukan Kendala Gerakan Pramuka Print E-mail
Posting by Administrator   
Wednesday, 29 October 2008

Harian Pelita, Selasa, 29 Oktober 2008

Jakarta, Pelita
Perbedaan bahasa tidak menjadi permasalahan yang rumit bagi Gerakan Pramuka. Dengan adanya kegiatan yang sama dengan misi sama, para peserta pramuka bisa menyelesaikan berbagai permasalahan secarabersama. Meskipun mereka menggunakan bahasa yang berbeda.

"Tidak bisa bahasa asing bukan berarti halangan untuk mengikuti kegiatan pramuka, siapapun bisa mengikuti kegiatan pramuka, sebab dengan kegiatan yang sama dan tujuan yang sama anak-anak pramuka dapat dengan cepat bekerjasama secara baik di dalam satu kelompok meskipun mereka mempunyai bahasa yang berbeda," kata Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Prof Dr Dr H Azrul Azwar MPH pada penutupan The ASEAN Scout Jamboree 2008 (The ASJ 2008) di Cibubur, kemarin.

Di pramuka sendiri sebenarnya ada diskusi dalam bahasa Inggris. Hal tersebut dilakukan agar dapat membentuk karakter kepribadian dan meningkatkan kemampuan yang ada. Tapi itu harus diterapkan secara bertahap dan tidak hanya di dalam kegiatan pramuka akan tetapi juga di sekolah.

Demikian halnya ketika Indonesia mendapatkan kepercayaan dari ASEAN Scout Association untuk menyelenggarakan The ASEAN Scout Jamboree. Jambore yang diikuti sembilan dari negara-negara ASEAN, ditambah satu sebagai observer yaitu dari Negara Laos.

Melakukan berbagai kegiatan tanpa harus mempermasalahkan bahasa. Kegiatan-kegiatan kepramukaan, jelajah, alam, sampai dengan kebudayaan, semua dilakukan anak-anak pramuka secara bersama-sama dan saling mendukung.

Sehingga tercipta persahabatan, brotherhood, diantara generasi muda ASEAN. "Persahabatan ini sangat penting dalam rangka mewujudkan masyarakat Asean yang damai, pada masa yang akan datang. Kalau kita ingin mempunyai negara dengan hubungan yang baik dengan negara tetangga. Mudah-mudahan jambore ini mmberikan kontribusi terhadap mewujudkan masa depan tersebut, "kata Kak Azrul.

The ASJ 2008 diikuti sekitar 1.685 peserta yang terdiri dari 1.481 Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia dan 204 peserta dari The Singapore Scout Association, Persekutuan Pengakap Malaysia, National Scouts Organization of Thailand, Persekutuan Pengakap Negara Brunei Darussalam, Boy Scouts of The Philippines, Vietnam Scouting, Laos scouting, Kamboja Scouting serta Gerakan Pramuka, "Sementara satu-satunya Negara ASEAN yang belum dapat berpartisipasi pada kegiatan ini adalah Myanmar.

The ASJ merupakan sarana bagi anggota Gerakan Pramuka khususnya Pramuka Penggalang untuk berbagi pengalaman, berlukar informasi kebudayaan dan juga menjalin persaudaraan guna terciptanya perdamaian di dunia khususnya Negara ASEAN melalui berbagai kegiatan.

Seperti yang diungkapkan Dora yang berasal dari NTT darinya merasa senang mengikuti kegiatan pramuka, sehingga dapat menambah pengetahuan dan banyak mendapatkan teman, terutama teman asing. "Saya senang, kita akan terus berhubungan melalui email, dan kita juga akan lebih banyak lagi bercerita tentang bangsa kita masing-masing," jelas Dora, (mth)

 
Next >
 
Member Online
No Users Online
 
 Top
WOSM
Asia-Pacific Region
Pramuka
HIPPRADA
Scout Fellowship