|
Papua (4/12), Senin siang tongkat perdamaian “Rover Paece Baton” yang telah singgah beberapa propinsi di Indonesia, diarak keliling kota Makasar, Sulawesi Selatan. Arak-arakan tongkat perdamaian dilepas oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan bertempat di kediaman Wakil Gubernur. Hujan deras dan angin kencang tidak menyurutkan semangat peserta pawai dan Wakil Gubernur melepas adik-adik Pramuka Sulawesi Selatan untuk menggelorakan pesan perdamaian. Perjalanan arak-arakan mobil, sepeda motor dengan hiasan / atribut Pramuka mengitari Pantai Losari hingga finis di Bandara Internasional Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan.
Minggu malam (3/12), Wakil Gubernur Sulawesi Selatan selaku Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan, H Syahrul Yasin Limpo, SH, M.Si, MH menerima tongkat perdamaian yang secara estafet diserahkan oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Irian Jaya Barat dalam suatu acara ramah tamah di kediaman Wagub. Sulawesi selatan, Dalam sambutannya Kak Syahrul, demikian panggilan akrab di kalangan Gerakan Pramuka menyampaikan bahwa perdamaian adalah bagian dari kepentingan umat manusia, bagi dunia dalam kondisi apapun orang tidak ada yang mau bertikai. Selalu aja dihati kita mau dihadirkan kedamaian. Dalam hati penjahatpun mau hidup secara damai, tetapi seperti apakah perdamaian bisa hadir di tengah-tengah kehidupan kita, tidak lain adalah hadirnya perdamaian melalui akal dan pikiran, hadirnya perdamaian karena hadirnya nurani dan hati di dalam kehidupan kita, hadirnya perdamaian kalau tangan-tangan terampil itu senantiasa bias mengeksplorasi seluruh kekakayaan alam seluruh kehidupan yang Allah/Tuhan berikan kepada kita. Oleh karena itu perdamaian harus menjadi sebuah simbol yang harus mampu dikondisikan pada tiga pendekatan, heat, hard dan hand yang ada. Kehadiran seorang Pramuka senantiasa harus membangun cinta tanah air, cinta sesama manusia, cinta alam semesta. Kalau hadir cinta pasti hadir perkawinan, antara cinta dan perdamaian adalah sebuah kunci yang membangun sayap kita untuk terbang luas, ujar Kak Syahrul.
Siapapun yang bisa menghadirkan perdamaian, dia bisa hidup dimana saja dia berada, karena dengan perdamaian kita dapat membangun pertemanan, hanya yang mau damai dapat membangun kebersamaan. Orang yang mau membangun perdamaian, ia mau/mampu membangun kerjasama untuk membangun kehidupan yang baik. Mari kita meneriakkan “kalau kau mau damai, akupun mau damai” ucap Kak Syahrul yang disambut tepuk tangan dari undangan dan anggota Pramuka yang hadir pada acara serah terima tongkat perdamaian “Rover Peace Baton”. Dari Papua hingga ke Makasar, tongkat perdamaian dapat dijadikan simbol untuk mendorong kita semua hidup secara damai. Gasasan ini dapat memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara yang kita cintai bersama. Ikat tali persaudaraan, tidak ada kata perpecahan di antara Pramuka, kenapa? Seolah menanyakan kepada hadirin yang memenuhi halaman kediamanan Wakil Gubernur. “Pramuka itu orang yang tulus, Pramuka itu orang yang selalu iklas, siapa yang makin tulus, siapa yang makin iklas, Tuhan akan membangun ruang-ruang rahmat yang terbentang di depan kita. Pramuka dan negara ini membutuhkan tangan kita hari ini dan hari depan. Oleh karena itu, Pramuka harus menjadi suri tauladan, Pramuka harus menjadi bagian yang membangun kegairahan dari bangsa ini. Pramuka harus bergairah karena dengan kegairahan akan membangun semangat bersinergi, ujar Wakil Gubernur, putra dari Kak Yasim Limpo (tokoh Pramuka dari Sulawesi Selatan). Sumber: Humas Kwarnas |