Siswa Tunarungu Yayasan Santi Rama Sambut Gembira Kedatangan Ibu Negara Print E-mail
Posting by Hadi   
Thursday, 25 January 2007

ImageJakarta, Kehadiran Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, di Yayasan Santi Rama (YSR), Cipete, Jakarta Selatan, Rabu(24/1) disambut meriah puluhan penderita para tu­na rungu. Kegembiraan dan antusias siswa penderita cacat ini terlihat saat memamerkan kebolehannya membawakan tari boneka dan tari saman.

"Saya menyampaikan salam dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada anak-anak yang hadir di Yayasan Santi Rama, Presiden dan Ibu, sangat menyayangi kalian," kata Ibu Ne­gara, Ani Yudhoyono, saat mengawali sambutannya, kemarin.

 

Ibu Negara juga memberi semangat agar para penyandang cacat jangan pernah berputus asa. Meskipun memiliki kekurangan, namun Ibu Negara meminta, jangan pernah menyesal dengan kekurangan yang dimiliki. "Teruslah berusaha dan gapai cita-cita setinggi langit," ujarnya. Dalam kunjungannya, Ibu Negara datang bersama rombongan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), diantaranya Ny Widodo AS, Ny Ma'ruf, Ny Bambang Sudibyo, Ny Oke Hatta Rajasa, dan Ny Ratna Sofian Djalil.

 

ImageIbu Negara dan rombo­ngan, selain menyaksikan peragaan sistem isyarat Bahasa Indonesia, melalui persembahan lagu Kasih Ibu, juga disuguhi dua tarian, ta­ri boneka dan tari saman yang dibawakan oleh siswa-siswi Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB).

 

Menurut, pembina disana, kedua tarian tersebut diajarkan kepada mereka yang pendengarannya kurang, untuk membedakan antara bunyi cepat dan bunyi lambat. Selain itu, Ibu Negara juga mengelilingi gedung YSR, melihat kegiatan Pramuka, permainan Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak, serta pameran alat bantu pendengar dan melihat kegiatan belajar mengajar di kelas latihan II, berupa aktivitas pengembangan dasar-dasar kemampuan berbahasa, komunikasi dan kognitif, me­lalui permainan alat permainan edukatif.

 

Pendidikan Khusus

 

Sementara itu, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, mengatakan departemen yang dipimpinnya memiliki dua pelayanan pendidikan yang khusus. Pertama, pendidikan khu­sus yang diperuntukkan ke­pada anak-anak yang fisiknya memiliki kekurangan dan sulit mendapatkan pen­didikan seperti tunarungu, tunasusila, tunawisma dan Iain-lain.

 

Kedua, pelayanan pendi­dikan khusus yang diperun­tukkan bagi mereka yang kesulitan mendapatkan fasilitas, pendidikan regular, seperti, misalnya anak-anak yang berada di daerah bencana, daerah terpencil.

 

"Saya mengharapkan keterlibatan masyarakat dapat memberikan dorongan ke­pada lembaga pendidikan luar biasa yang lain. Untuk para tunarungu, perlu pendekatan komunikasi total efektif antara tunarungu de­ngan masyarakat luas de­ngan bahasa isyarat secara terpadu, dan membaca gerak bibir sangat diperlukan bagi mereka yang memiliki kekurangan ini," ujarnya.

 

Pemberdayaan Tunarungu

 

Pembina YSR, Prof.Dr.H.Hendarto Hendarmin, me­ngatakan visi dari YSR ingin mewujudkan pemberdayaan tunarungu seoptimal mungkin, sehingga berkembang menjadi manusia seutuhnya dan berguna bagi diri sendiri, masyarakat dan bangsa.

 

Sedangkan misinya, berupaya memberikan pendi­dikan kultur kepada penyandang tunarungu mulai usia pra sekolah sampai sekolah menengah. "Selain itu, juga membimbing orangtua siswa agar mendapatkan pengetahuan dan memiliki sikap yang tepat dan efektif dalam menangani anak-anak yang memiliki gangguan tunarungu," ujarnya.

Yayasan Santi Rama adalah lembaga sosial yang me-lakukan usaha rehabilitasi dan habilitasi bagi para pen­derita tuna rangu. Yayasan ini juga menyediakan unit observasi, unit pra sekolah (TKLB Taman Latihan santi Rama), unit pendidikan dasar (SDLB Santi Rama), unit pendidikan sekolah lanjutan tingkat pertama dan mene­ngah (SLTPLB dan SMLB Santi Rama), pelayanan bimbingan khusus dan pe­layanan informasi.(dew/ mth)

Sumber : Harian Umum Pelita (Kamis, 25 Januari 2007)

Last Updated ( Thursday, 25 January 2007 )
 
< Prev   Next >
 
Member Online
No Users Online
 
 Top
WOSM
Asia-Pacific Region
Pramuka
HIPPRADA
Scout Fellowship