| Saatnya Semua Pihak Menbantu Anak Jalanan |
|
|
| Posting by Administrator | |
| Tuesday, 17 April 2007 | |
|
Madina Edisi 130 Tanggal 9 - 15 April 2007
Kini gerakan kepanduan telah menyebar ke seluruh dunia, dan puluhan juta orang pernah merasakan pendidikan dalam lingkungan kepanduan. Bahkan di World Organization of the Scout Movement (WOSM), tercatat tak kurang dari 25 juta anggota kepanduan di seluruh dunia. Puluhan juta anggota itulah yang kini akan memperingati 100 tahun gerakan kepanduan sedunia dengan beragam kegiatan. Salah satunya adalah kegiatan yang oleh WOSM dinamakan Gift for Peace. Di Indonesia, Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan nasional yang secara tegas disebutkan dalam Keputusan Presiden No 238 Tahun 1961, menamakan kegiatan itu sebagai "Persembahan demi Perdamaian. Tapi apa dan bagaimana sebenarnya bentuk kegiatan itu? Ini adalah gagasan WOSM agar para pandu di seluruh dunia (di Indonesia disebut pramuka) berlomba-lomba melakukan kegiatan yang dapat menyumbang pada terciptanya dunia yang lebih baik, yaitu dunia yang damai, aman, tenteram, dan sejahtera. Kegiatan kepanduan yang disesuaikan dengan kondisi setempat, diharapkan dapat menjadi sebuah hadiah atau persembahan di ulang tahun ke-100 gerakan kepanduan sedunia bagi masyarakat luas, yang sekaligus juga dapat membantu menciptakan perdamaian dunia. Bentuk kegiatannya ada banyak. Mulai dari kegiatan pelestarian lingkungan hidup, pembangunan rumah ibadah dan gedung sekolah, pemberian pelayanan kesehatan bagi warga kurang mampu, penyuluhan tentang hak asasi manusia, sampai kegiatan persahabatan antardesa, antarwilayah, dan antarnegara. Gerakan Pramuka dalam Konferensi Kepanduan Sedunia di Tunisia tahun 2005 lalu, telah mencanangkan bahwa hadiah atau persembahan ulang tahun kepanduan sedunia dari Gerakan Pramuka adalah dalam bentuk pembinaan anak jalanan. Untuk itu, selama 2007 ini, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka telah mengimbau semua jajaran Gerakan Pramuka, bahwa inilah saatnya untuk membantu melakukan pembinaan anak jalanan. Caranya bisa bermacam-macam. Mulai dari yang kecil, memberikan buku-buku bacaan yang bermanfaat bagi anak jalanan, membantu memberikan permainan-permainan yang mengandung unsur pendidikan dengan bekerja sama dengan rumah-rumah singgah anak jalanan di wilayah setempat, memberikan pelatihan-pelatihan sederhana misalnya belajar membaca dan menulis, belajar membuat kue, belajar mengarang, belajar fotografi, dan masih banyak lagi, termasuk yang besar, seperti mengadakan perkemahan untuk memberikan hiburan segar dan sehat bagi anak-anak jalanan. Gerakan Pramuka melalui Satuan Tugas Pramuka Peduli memang telah cukup lama membantu pembinaan anak jalanan. Beberapa tahun lalu misalnya, Kwartir Nasional pernah mengadakan perkemahan anak jalanan. Pesertanya anak jalan dari Jabotabek, Jawa Tengah, Sumatera Selatan dan ditambah sejumlah pramuka. Mereka bergembira bersama, dan anak-anak jalanan mendapatkan banyak hal berguna bagi kehidupannya. Indonesia, dalam hal ini Gerakan Pramuka, juga menjadi salah satu dari enam negara yang dijadikan proyek percontohan pembinaan anak jalanan. Proyek itu merupakan kegiatan Kepanduan Asia-Pasifik yang didukung oleh banyak pihak yang menaruh perhatian pada anak jalanan. Dua wakil Gerakan Pramuka telah mengikuti lokakarya (workshop) tentang hal itu di Manila, Filipina, Desember 2006. Kini, sedang disiapkan proyek selama enam bulan, bekerja sama dengan dua rumah singgah di Jakarta, untuk melakukan pembinaan anak jalanan. Diharapkan melalui proyek itu, anak-anak jalanan dapat lebih "terbuka mata"nya, dan memperoleh bekal untuk menghadapi masa depan yang lebih cerah. (lan) |
| < Prev | Next > |
|---|


(Jakarta, MADINA): Tanpa terasa, tahun ini gerakan kepanduan sedunia genap berusia 100 tahun. Wadah pendidikan bagi anak-anak dan remaja di luar lingkungan keluarga dan juga di luar lingkungan sekolah itu, dimulai dengan suatu perkemahan percobaan oleh Baden-Powell, yang kemudian diberi gelar Lord, dengan mengajak sejumlah remaja putera di Pulau Brownsea, dekat London, Inggris, pada 1 Agustus 1907. 



