| Pungkas Tri (Shalat Di Kutub) |
|
|
| Posting by Irwan Riduan | |
| Friday, 11 July 2008 | |
|
JAKARTA, RABU - Pungkas Tri Baruno, mahasiswa semester I Jurusan Desain Interior Universitas Mercu Buana yang tewas seusai menaklukkan Puncak Mount McKinley, tidak memberikan isyarat akan pergi selamanya.
Namun, ia sempat bertanya kepada Mumpangat, ayahnya, bagaimana ia bisa menunaikan shalat lima waktu di gunung. Dia mungkin akan kehilangan orientasi waktu dan arah sehingga sulit menentukan kapan dan menghadap mana ketika shalat. "Pak, gimana (shalat) nanti kalau di sana, kan dekat kutub," kata Mumpangat, menirukan pertanyaan anaknya, Rabu (9/7).
"Saya sarankan, kalau tidak tahu patokan waktu dan arah, shalatnya dijamak atau qasar saja," kata Mumpangat, suami Ismiharti (52)
Mumpangat yakin sang anak bisa mengatasi persoalan itu karena selama ini anaknya tidak pernah meninggalkan shalat. Dia juga dikenal sebagai pemuda yang agamis. Ditanya soal firasat, Mumpangat mengatakan tidak punya secuil pun.
"Saya yakin dia akan berhasil dan akan pulang dengan selamat, tetapi ternyata Tuhan menghendaki lain. Kita tidak tahu rencana Tuhan," kata pria yang menjadi karyawan TVRI sejak 1976 ini.
Ia mengenang Pungkas sebagai anak yang optimististis, punya kemauan keras, dan suka membaca buku. Menurut Mumpangat, tiap kali punya uang lebih, anaknya selalu menggunakannya untuk membeli buku. AC, Kompas.com |
|
| Last Updated ( Friday, 18 July 2008 ) |
| < Prev | Next > |
|---|






