|
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hari Jumat (15/12) siang menyerahkan Tongkat Perdamaian Penegak dan Pandega kepada Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, HM Sani. Presiden dan Ibu Negara beserta rombongan baru mendarat dari Yogyakarta, disambut Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Azrul Azwar, di hanggar Skuadron Udara XVII di Pangkalan TNI-AU Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Hadir dalam acara ini antara lain Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menbudpar Jero Wacik, Meneg Pemberdayaan Perempuan Meuthia Hatta, Seskab Sudi Silalahi serta dua jubir presiden, Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng.
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Anwar dalam laporannya mengatakan, tongkat perdamaian yang saat ini berada di Indonesia telah melakukan perjalanan secara estafet cukup jauh ke berbagai negara, antara lain Francpolinesia, Kiribati, Fiji, New Zealand, Australia, Papua Neugini sebelum tiba di Indonesia. "Tongkat Perdamaian ini tiba di Jayapura tanggal 1 Desember 2006 dari Papua Neugini, kemudian dibawa secara estafet ke Manokwari, Makassar, dan Jakarta. Selanjutnya tanggal 18 Desember mendatang akan diserahkan oleh tim Indonesia kepada organisasi kepramukaan Singapura melalui Kepulauan Riau," katanya.
Tongkat perdamaian tersebut berbentuk sederhana, namun memiliki makna luas karena berisi pesan-pesan perdamaian yang ditandatangani oleh para kepala negara/kepala pemerintahan dari negara yang disinggahi. Tongkat Perdamaian ini diprakarsai Perhimpunan Organisasi Kepramukaan di kawasan Asia Pasific dalam rangka memperingati HUT yang ke 50, serta HUT ke 100 Organisasi Kepanduan Dunia yang jatuh pada tahun 2007 mendatang. Sebelum memberi sambutan, Presiden SBY didampingi Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Anwar mendatangani naskah Deklarasi Pramuka Cinta Damai. Selaku Pramuka Utama, SBY kemudian menyerahkan Tongkat Perdamaian itu kepada Wagub Provinsi Kepulauan Riau, HM Sani, yang akan membawanya ke Kepulauan Riau sebelum diserahkan kepada organisasi kepanduan Singapura.
Presiden SBY dalam sambutannya antara lain berpesan kepada seluruh jajaran Pramuka agar terus mengibarkan panji Gerakan Pramuka dan Panji Kepanduan Dunia dalam semangat kesatuan, persatuan dan persaudaraan yang penuh cinta damai. Dengan semangat ini kita dapat menciptakan kedamaian. "Kedua, teruskan upaya pengamalan Pancasila, Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka dalam kehidupan. Ketiga, terapkan prinsip dasar Pramuka denga arif dan bijaksana. Motto Gerakan Pramuka yang berbunyi Satyaku Kudharmakan, Dharmaku Kubaktikan, harus menjadi pendorong bagi seluruh anggota Gerakan Pramuka untuk menjadi kader-kader terbaik bangsa. Kader yang dapat mengabdikan pikiran bagi kemajuan bangsa dan negara," kata Presiden. Usai memberi sambutan, Presiden dan Ibu Ani kemudian mendatangi sekitar seribu anggota Pramuka yang hadir dalam acara ini, untuk bersama-sama menyanyikan lagu-lagu Pramuka. (osa)
Sumber : www.presidensby.info |