| PRESIDEN RI: ROVER PEACE BATON MENUMBUHKAN SEMANGAT PERSATUAN DAN KESATUAN |
|
|
| Posting by Hadi | |
| Wednesday, 20 December 2006 | |
|
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden RI selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka (Ka Mabinas), DR. Susilo Bambang Yudhoyono saat menerima Rover Peace Baton “Tongkat Perdamain Pramuka Penegak dan Pandega dan penandatangan deklarasi Pramuka Cinta Damai di Skadron 17, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, 16 Desember 2006. Perjalanan Tongkat Perdamaian di Kawasan Asia-Pasifik ujar Presiden, Insya-Allah telah sama-sama memberikan inspirasi semangat perdamaian di negara-negara yang dilaluinya. Tongkat perdamaian telah kita terima dari Papua New Guinea di perbatasan antar Negara, Wutung tepat pada tanggal 1 Desember 2006 yang lalu. Tanggal 1 Desember adalah hari perdamaian bagi tanah Papua, Perjalanan tongkat perdamaian melalui negara kita yang sangat diyakini tentu saja merupakan kepercayaan kepada bangsa kita untuk bersama-sama dengan bangsa lain menebarkan semangat perdamaian.
Presiden mengingatkan agar seluruh jajaran Gerakan Pramuka dapat menindaklanjuti Revitalisasi Gerakan Pramuka yang telah kita canangkan bersama pada tanggal 14 Agustus 2006 yang lalu. Melalui Revitalisasi Gerakan Pramuka, saya berharap Gerakan Pramuka dapat menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda yang kita cita-citakan bersama. Generasi muda yang cerdas, terampil, memiliki budi pekerti luhur, berahlak mulia dan mampu menjadi kader pembaharuan pembangunan bangsa.
Pertama; kibarkan Panji Gerakan Pramuka dan Panji Kepanduan Dunia dalam semangat persatuan, kesatuan dan persaudaraan yang penuh cinta damai. Dengan semangat persatuan, kesatuan dan persaudaraan penuh cinta damai, kita dapat menciptakan perdamaian tidak hanya di bumi nusantara tetapi juga di belahan dunia lainnya. Kedua, teruskan upaya pengamalan Pancasila, Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat bahkan dengan komunitas bangsa lain di dunia internasional. Ketiga,Terapkan Prinsip Dasar Pramuka dan Metode Kepramukaan dengan arif dan bijaksana. Moto Gerakan Pramuka yang berbunyi “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” harus menjadi pendorong bagi seluruh anggota Gerakan Pramuka untuk menjadi kader-kader terbaik bangsa, kader-kader yang dapat mendarma baktikan pikiran dan tenaganya bagi bangsa dan Negara. Sumber : Humas Kwarnas (15/12/06) |
|
| Last Updated ( Friday, 22 December 2006 ) |
| < Prev | Next > |
|---|


Jakarta (15/12), Organisasi Kepramukaan di kawasan Asia-Pasifik menyambut peringatan 50 tahun Gerakan Kepanduan Dunia kawasan Asia-Pasifik telah menyelenggarakan berbagai jenis kegiatan
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden RI selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka (Ka Mabinas), DR.
Lebih lanjut Presiden mengatakan, bahwa dari perbatasan Papua New Guinea, tongkat perdamaian disambut baik oleh para anggota Pramuka dan Kepala Daerah diseluruh tanah air, mulai Jayapura di Papua dan berlanjut ke Manokwari, Irian Jaya Barat hingga tiba di Makasar, Sulawesi Selatan. Perjalanan tongkat perdamaian itu, kita terima pula pada hari ini di Jakarta untuk selanjutnya kita serahkan ke Singapura melalui Kepulauan Riau. “Saya bersyukur melalui deklarasi cinta damai Gerakan Pramuka, Gerakan Pramuka dapat menebarkan salam perdamaian, mendukung tetap tegaknya Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke serta membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang adil, makmur dan sejahtera melalui untaian tali persaudaraan”.
Acara penerimaan Rover Peace Baton dihadiri pula oleh beberapa Menteri Kabinet Gotong Royong, diantaranya Menko Kesra RI, Mendiknas, Mandagri, Menteri 



