| Pramuka Peduli dan Dompet Dhuafa Dirikan 16 Posko |
|
|
| Posting by Administrator | |
| Monday, 06 October 2008 | |
|
Mudik Wujud Kebersamaan Masyarakat Muslim Harian Pelita, Senin, 29 September 2008 Jakarta, Pelita "Mudik butuh kebersamaan. Mudik yang selalu ada selama budaya mudik tidak hilang," katanya di Jakarta, Sabtu (27/9) ketika meluncurkan Posko Layanan Lebaran, di Stasiun Pasar Senen. Hadir Kakwarnas Azrul Azwar, Ketua Pramuka Peduli Parni Hadi, Presdir Dompet Dhuafa Ismail Agus Said dan anak-anak yatim sekitar Stasiun Pasar Senen. Meutia Hatta Swasono menjelaskan mudik lebaran menjadi wujud kebersamaan sekaligus sebagai bentuk kebahagiaan bersama. Selama tradisi mudik masih ada maka kebersamaan dan kebahagiaan itu akan selalu ada. Posko Layanan Lebaran yang dibangun di 16 kota sebagai wujud kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Semangat gotong royong yang ada menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan dengan landasan kepedulian dan kasih sayang. "Persaudaraan saling membantu," tegasnya. Kementerian Pemberdayaan Perempuan sangat terbantu dengan program Posko Layanan Lebaran. Sebagian besar pemudik adalah anak-anak dan perempuan. Sebelumnya Kakwarnas Azrul Azwar mengemukakan Pramuka Peduli hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Bukan saja ketika masa lebaran, melainkan setiap kali masyarakat memerlukan dukungan penguatan. Pramuka Peduli tampil di tengah korban bencana alam. Sebagalmana Pramuka Peduli hadir bersama masyarakat untuk mewujudkan kebersamaan. Pramuka Peduli tampil di tengah suasana masyarakat secara khusus sehingga kehadirannya akan memberi manfaat kepada masyarakat luas. Kehadiran Pramuka di tengah pemudik memberikan informasi yang dibutuhkan. Demikian halnya dengan bantuan-bantuan yang sangat diperlukan para pemudik yang heridak kembali ke kampung halaman. "Pembelajaran bagi anak didik untuk peduli terhadap sesama. Pendidikan untuk peduli," kata Azrul Azwar sambil menambahkan latihan kepada generasi muda itu sangat diperlukan sehingga menjadi proses pembelajaran. Ketika generasi muda tampil sebagai pemimpin bangsa diharapkan memiliki kepekaan terhadap penderitaan masyarakat luas. Pemimpin yang handal akan sangat membutuhkan dukungan masyarakat luas. Hanya pemimpin yang memiliki kepekaan terhadap masyarakat akan mampu mengimplementasikan kepemimpinannya. Sedangkan Ismail Agus Said mengungkapkan Dompet Dhuafa hadir di tengah masyarakat karena kepercayaan yang diberikan. Selama ini dukungan pemberdayaan dilakukan melalui berbagai instansi pemerintah dan kalangan swasta. "Dari donatur ke Dompet Dhuafa kepercayaan itu diamanahkan," paparnya sambil mengemukakan kerjasama dengan berbagai pihak dimaksudkan untuk memperluas cakupan penguatan dan pemberdayaan di masyarakat. Hal yang sama untuk Pramuka yang tersebar di seluruh Indonesia sebanyak 21 juta dan separo di antaranya perempuan. (djo) |
| < Prev | Next > |
|---|






