| Pramuka Diperlukan dalam Rehabilitasi Sumberdaya Alam |
|
|
| Posting by Administrator | |
| Monday, 17 December 2007 | |
|
Haria Pelita, Sabtu, 13 Desember 2007 KADER-kader Pramuka memiliki keterampilan dan kepemimpinan yang tidak diragukan lagi dalam melakukan kegiatan-kegiatan di lapangan. Oleh karenanya, untuk mewujudkan "Indonesia Hijau" Kader Pramuka dapat berperan sebagai pejuang atau sukarelawan dalam menggerakkan komponen masyarakat untuk gemar menanam dan memelihara pohon sejak usia dini. Disadari bahwa generasi muda termasuk Pramuka mempunyai potensi yang sangat penting dan strategis dalam upaya rehabilitasi dan pelestarian sumberdaya alam, lahan dan hutan. Bangsa Indonesia saat ini sedang giat-giatnya mengkampanyekan Gerakan Indonesia Menanam dan disinilah peran aktif kader-kader Pramuka sangat diperlukan. Demikian, Menteri Kehutanan RI, Malam Sabat (MS) Kaban ketika membuka secara resmi kegiatan yang bertajuk Perkemahan Bakti Saka Wanabakti Tingkat Nasional Tahun 2007 (Pertiwana Nasional 2007) di Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur, Jakarta, pekan lalu. Dijelaskan Menhut bahwa pemerintah telah bekerja keras melakukan upaya-upaya rehabilitasi hutan. Berbagai program rehabilitasi hutan dan lahan telah dicanangkan, seperti Gerakan Indonesia Menanam dan sebagainya yang pada intinya adalah menanam pohon. Gerakan moral ini mengajak semua pihak untuk mengubah pola pikir dari kebiasaan menebang pohon menjadi kebiasaan menanam pohon atau cinta menanam. Dalam program Kecil Menanam Dewasa Memanen mengajak semua komponen generasi muda dan Pramuka untuk bersatu padu dan peduli terhadap upaya penyelematan sumberdaya hutan dan lingkungan dengan kegiatan menanam pohon dimanapun berada. Sementera itu, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Prof DR H Azrul Azwar, MPH mengatakan bahwa Gerakan Pramuka sebagai wadah membina dan membentuk generasi muda Indonesia yang cerdas dan berkualitas, sangat sejalan dengan cita-cita pembangunan kehutanan, dimana sebagian wilayah Indonesia negara kita merupakan hutan yang perlu dipelihara, dijaga, dan diawasi guna mencegah rusaknya konservasi hutan kita. Sikap keprihatinan juga disampaikan Kak Azrul dalam sambutannya bahwa kita patut prihatin dengan banyaknya kejadian pengundulan hutan secara sistematis maupun illegal loging yang telah merusak tata lingkungan yang selanjutnya berdampak negatif terhadap habitat manusia dan bumi Indonesia. Kwartir Nasional berharap Saka Pramuka Wanabakti binaan Departemen Kehutanan dapat menciptakan kader-kader muda Pramuka, yaitu putera dan puteri rimbauan yang peduli kepada pelestarian lingkungan dan sumberdaya alam. Indonesia hijau sebagaimana yang diprogramkan oleh Departemen Kehutanan akan lebih mudah terwujud. Pertiwana yang pesertanya Pramuka Penegak dan Pandega yang aktif di Satuan Karya (SAKA) Pramuka Wanabakti ini dilaksanakan di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta tanggal 28 November-3 Desember 2007. Temanya Pertiwana Nasional III 2007 ajang Revitalisasi Gerakan Pramuka mewujudkan Indonesia hijau Menumbuhkan tunas-tunas muda bangsa sebagai kader pecinta lingkungan merupakan tugas mulia sesuai yang diamanatkan Gerakan Pramuka cinta alam dan kasih sayang sesama manusia Penyelenggaraan Pertiwana Nasional III 2007 bertujuan memberikan wawasan dan pengalaman anggota Pramuka Saka Pramuka Wanabakti dalam hal keterampilan. Selain itu, tumbuhnya para kader pembangunan yang sehat yang memiliki jiwa kepemimpinan yang sehat, handal, tangguh, terpercaya yang sanggup membangun jiwa dan raganya untuk kepentingn masyarakat dan bangsa Indonesia. Guna menumbuhkan kesadaran disiplin hidup sehat dengan menjaga lingkungan sehat dan berkualitas serta mempererat tali silaturahmi antar anggota Satuan Karya Pramuka Wanabakti. Peserta yang telah hadir dalam Pertiwana Nasional III ini berjumlah 24 Kwartir Daerah seluruh.(oto) |
| < Prev | Next > |
|---|






