| Pandu Jepang Bantu Korban Banjir Jakarta |
|
|
| Posting by Administrator | |
| Monday, 05 March 2007 | |
|
Salah satu hal penting dalam kepanduan, sebagaimana dicetuskan oleh Bapak Pandu Sedunia, Lord Baden-Powell, seratus tahun yang lalu, adalah persaudaraan antar pandu. Persaudaraan sejati, tanpa memandang latar belakang seperti agama, ras, kemampuan ekonomi, dan lainnya. Persaudaraan yang lintas batas dan terjalin erat seluas dunia. Bahkan ada cerita heroik kepanduan saat terjadinya Perang Dunia II pada paro pertama 1940-an, yang menceritakan seorang tentara dari pasukan Sekutu yang dikomandani Amerika Serikat dan Inggris, menolak untuk membunuh lawannya dari Jerman, hanya karena sang tentara sekutu melihat sang tentara Jerman mengenakan kalung dengan lambang kepanduan. "We are brother in scouting, I will not kill my brother (kita adalah saudara dalam kepanduan, dan saya tak akan membunuh saudara saya)," begitu kira-kira ucapan sang tentara Sekutu. Sang tentara Jerman kemudian memang ditangkap dan ditahan dalam penjara Sekutu, namun tak dibunuh. Setelah perang usai, sang tentara Jerman dibebaskan dan tentara Sekutu maupun tentara Jerman itu melanjutkan persaudaraan mereka sebagai sesama pandu. Cerita itu cukup sering dikisahkan dan seakan telah menjadi kisah legenda. Namun, benar atau tidak cerita itu, atau apakah cerita itu telah ditambah-tambah oleh sang pencerita, namun intinya adalah bahwa sesama pandu atau di Indonesia dikenal dengan nama pramuka, memang adalah saudara. Di luar itu, para pandu di mana pun, juga menganggap siapa pun, baik pandu atau bukan, sebagai sesama yang patut dikasihi, dan sebagaimana diucapkan dalam janji pandu yang bersifat universal, para pandu selalu, "berjanji akan bersungguh-sungguh ....menolong sesama hidup."
Mereka menyampaikan bahwa para pandu di Jepang ikut merasa prihatin mendengar dan melihat di televisi betapa dahsyatnya bencana banjir yang menimpa warga Jakarta awal Februari lalu. Para pandu Jepang segera bergerak dan mengumpulkan sumbangan untuk korban banjir. Sumbangan itulah yang secara simbolis diserahkan oleh ketiga wakil SAJ kepada anak-anak dari Panti Asuhan Yayasan Tarbiyatul Yatim di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, 2 Maret 2007. Sebelumnya, ketiga wakil pandu Jepang tersebut mengadakan pertemuan dengan Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Prof.Dr.dr Azrul Azwar MPH, di gedung Kwarnas, Jakarta Pusat. Mereka mengundang para tokoh pramuka Indonesia untuk menghadiri Konferensi Kepanduan Asia-Pasifik ke-22 yang akan diadakan di National Olympic Memorial Youth Center, Tokyo, Jepang, dari 18 sampai 23 Oktober 2007. Asosiasi Kepanduan Jepang juga sedang menyiapkan diri untuk menjadi tuan rumah Jambore Kepanduan Sedunia pada tahun 2015, yang proses pemilihannya akan dilakukan pada Konferensi Kepanduan Sedunia di Korea Selatan, pada 2008. Para wakil SAJ itu mengharapkan Gerakan Pramuka akan mendukung proses pencalonan SAJ untuk menjadi tuan rumah Jambore Kepanduan Sedunia itu. Sementara itu, Azrul Azwar dalam pertemuan tersebut mengucapkan terima kasihnya atas bantuan bagi korban banjir yang disumbangkan para pandu Jepang. Ketua Kwarnas bahkan memuji sikap para pandu negara itu yang sering memberikan bantuan kepada Indonesia. Misalnya, untuk para korban bencana tsunami melanda Aceh dan Sumatra Utara pada 2004, serta bantuan untuk para korban bencana alam lainnya di Indonesia. Gerakan Pramuka juga berterima kasih kepada SAJ yang sering pula mengundang wakil pramuka Indonesia untuk mengikuti jambore atau kegiatan kepanduan di negara itu, dan bahkan menyediakan tiket pesawat dan penjemputan bagi wakil pramuka Indonesia yang ikut serta memenuhi undangan SAJ. Sumber : http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=1562 |
|
| Last Updated ( Monday, 05 March 2007 ) |
| < Prev | Next > |
|---|


oleh:
Keinginan untuk selalu bersaudara dan menolong sesama hidup itu, tampaknya yang juga terpancar dari wajah tiga wakil dari Scout Association of Japan/SAJ (Asosiasi Kepanduan Jepang) yang datang ke Jakarta, 1-2 Maret 2007. Ketiga wakil dari SAJ itu adalah Chairman Board of Directors SAJ Tsunao Hashimoto, Deputy International Commissioner SAJ Mari Nakano, dan Deputy National Secretary/General Manager Education Division SAJ Kohnosuke Kobayashi. 



