| Menpora RI, DR Adhyaksa Dault: WALAUPUN DENGAN KETERBATASAN KALIAN ADALAH PRAMUKA INDONESIA |
|
|
| Posting by Administrator | |
| Thursday, 22 November 2007 | |
![]() Menpora saat menyematkan tanda peserta Cibubur, (19/11) Walaupun kalian memiliki keterbatasan fisik dan mental mungkin, kalian adalah Pramuka Indonesia yang harus memiliki jiwa pantang menyerah dan tak mudah putus asa, rajinlah beribadah, belajar dan bekerja, gembira dan selalu hemat cermat dan bersahaja, itulah jati diri Pramuka. Tunjukkanlah bahwa diri kalian sebagai Pramuka yang memiliki kepribadian dan jatidiri yang tangguh dan penuh rasa persatuan dan kesatuan. ”Jangan pernah berkecil hati, walaupun kalian memiliki keterbatasan fisik tapi kalian bisa berbuat lebih dari orang-orang yang sehat”. Ada kata-kata yang sering terputus sampai hari ini, dalam dunia olahraga itu katanya ”didalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat”, itu bentuknya permintaan, karena tidak semua orang yang sehat jiwanya sehat, banyak orang yang berbadan sehat, jiwanya sakit, suka pakai narkoba, dia menjadi tidak berguna bagi bangsa dan negara. Tapi banyak orang yang keterbatasan fisik tapi jiwanya sehat, jiwanya sehat, fisik yang sehat akan menjadi sehat. Oleh karenanya kepada kalian jangan merasa dirinya tidak pernah sehat, dan jangan pernah merasa diri tidak lengkap, walaupun keterbatasan fisik, tapi insya Allah mental dan kekuatan anda akan melebihi dari orang-orang yang mempunyai kekuatan fisik. ![]() Salah satu penyandang cacat saat membacakan doa pada pembukaan Dikatakan Menpora bahwa harapan Presiden saat mencanangkan Revitalisasi Gerakan Pramuka adalah Gerakan Pramuka dijadikan motor dan garda terdepan dalam pembentukkan karakter pemuda Indonesia Hari ini tegas Menpora, bahwa kita punya rumah Negara Kesatuan Republik Indonesia, sudah ada 33 kamar di dalamnya, tetapi kadang-kadang generasi muda terlalu banyak berputar dalam kamar-kamar provinsi, kamar-kamar partai politik, kamar-kamar ormas, tapi kita lupa bahwa kita punya kamar makan bersama, dapur bersama, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pramuka akan berada di luar di kamar-kamar itu dan akan menjaga kamar-kamar itu di dalam sebuah Negera Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu saya kira pemerintah dan kita semua mengharapkan Pramuka kembali berperan utuh dalam pembangunan karakter bangsa. Bagi kita Negera Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati buat kita. Saat ini kita krisis identitas, generasi muda saat ini krisis solidaritas, belum apa-apa sudah bakar membakar, sudah tawuran. Untuk menunjukkan jatidiri bangsa, kita tidak boleh krisis identitas, kita tidak boleh kehilangan rasa solidaritas, jangan kita biarkan generasi muda kita masuk kearah yang tidak jelas, dan jalannya adalah menumbuhkembangkan nasionalisme sejak usia dini melalui Gerakan Pramukia, tegas Adhyaksa yang masa kecilntya sangat aktif mengikuti kegiatan Pramuka termasuk pernah mengikuti Jambore Nasional Sibolangit pada tahun 1977. Sementara itu Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Prof. DR. H. Azrul Azwar, MPH menyatakan bahwa PPLB Nas 2007 ini sebagai wadah untuk memberikan keyakinan kepada anak-anak kita yang memiliki keterbatasan serta melalui kegiatan perkemahan ini, perhatian kita semua terhadap anak-anak cacat semakin meningkat. Sesungguhnyalah banyak fasilitas yang dimiliki yang ada dilingkungan kita belum menunjukkan kepedulian kepada anak cacat, semoga kegiatan ini sebagai awal bagi kita semua untuk memikirkan bagaimana membina anak cacat dilingkungan kita. PPLB Nas 2007 yang mengangkat tema “Binadiri, Raih Prestasi dalam Kemandirian” diikuti oleh 1.038 orang peserta dari utusan seluruh Indonesia. Mereka ini akan mengikuti kegiatan (PPLB Nas 2007) di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta selama 7 hari, yaitu 18 – 24 November 2007. |
|
| Last Updated ( Thursday, 22 November 2007 ) |
| < Prev | Next > |
|---|








