Hipprada Mulai Lirik Remaja Putus Sekolah Print E-mail
Posting by Administrator   
Thursday, 10 May 2007

Harian Pelita, 10 Mei 2007

Image
Prof Dr Haryono selaku Ketua Umum melantik pengurus pusat Hipprada
Jakarta, Pelita. Himpunan Pandu dan Pramuka Wreda (Hipprada)saat ini memberikan perhatian lebih kepada anak-anak dan remaja putus sekolah untuk memberdayakan dirinya sendiri secara mandiri melalui metoda-metoda kepanduan dan kepramukaan.

"Selama ini perhatian Gerakan Pramuka hanya kepada anak-anak remaja yang sedang sekolah," kata Ketua Umum Hipprada Prof Dr Haryono Suyono, usai melantik Pengurus Pusat Hipprada masa bakti 2006-2011, di Jakarta, Rabu (9/5).

Haryono menjelaskan dalam kelompok-kelompok kecil dengan berbagai kegiatan yang membawa manfaat. Anak-anak yang dengan alasan tertentu tidak bisa sekolah itu diharapkan dapat menempa dirinya menjadi pribadi yang berkarakter.

Misalnya, dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan keinginan dan bakatnya. "Bisa pelatihan menjahit, membuat kue, dan apa saja yang bermanfaat, agar mereka bisa hidup mandiri dan sejahtera," kata Haryono.

Acara pelantikan dan saresehan Millenium Development Goals (MDGs) tersebut dihadiri oleh para anggota Hipprada, antara lain mantan Menteri Koperasi Subiakto Tjakrawerdaja, mantan Menteri Kesehatan Prof Dr Farid A Moeloek, Dirut AJB Bumiputera Madjdi Ali, Drs Much Soedarmadi, Dr Loet Affandi, Laks Muda (Purn) Ishak Latuconsina MSc.

Acuan yang ingin dikembangkan Hipprada adalah peningkatan mutu sumber daya manusia mengacu target-target MDGs. Oleh karena itu, kata Haryono, pengukuhan Pengurus Hipprada 2007 ini dikaitkan dengan upaya memahami target-target MDGs.

Upaya pengentasan kemiskinan menjadi sasaran utama MDGs, yaitu dalam hal kesadaran hidup sehat dan umur panjang, hidup cerdas melalui sekolah dan pendidikan setinggi-tingginya, bekerja keras, menghargai dan memelihara lingkungan untuk masa depan sejahtera.

Target-Target yang dikembangkan Hipprada tidak disajikan dan diukur dari kegiatan pengurus, tetapi pada upaya untuk mencapai kerjasama antar organisasi dan lembaga kemasyarakatan di tingkat pedesaan.

Oleh karena itu, Hipprada berusaha menggali potensi daerah pedesaan dan merangsang pengembangan program dan kegiatan yang dampaknya langsung dirasakan oleh rakyat banyak. Pengurus yang baru dilantik, kata Haryono, akan berusaha menjadi fasilitator pengembangan ide atau gagasan yang bisa "dijual" ke daerah-daerah di seluruh pelosok tanah air.

Apalagi setelah mendengar sambutan Menko Kesra Aburizal Bakrie yang dibacakan deputinya, bahwa pemerintah saat ini telah meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Disebutkan dana yang diprioritaskan untuk pengentasan kemiskinan tahun 2007 sebesar Rp 51 triliun dan akan meningkat menjadi Rp 81 triliun pada 2008.

Pada 2010 semua kecamatan atau 5.263 kecamatan di seluruh Indonesia menjadi mandiri. Bantuan langsung mandiri pada tahun 2007 sebesar Rp l,5 miliar per kecamatan per tahun, dan pada 2008 naik menjadi Rp 3 miliar per kecamatan per tahun.

"Ini peluang yang harus diambil untuk digunakan agar masyarakat bisa mandiri. Jika tidak dipakai uang akan kembali ke kas negara. Oleh karena itu pengurus dan anggota Hipprada untuk memberdayakan masyarakat melalui pramuka," kata Haryono.

Kecintaan terhadap kepanduan dan kepramukaan akan diwujudkan dengan mengajak generasi muda untuk bekerjasama dengan Gugus Depan Pramuka setempat, serta mengajak atau mempersilakan anak muda setempat mengembangkan pramuka berbasis masyarakat.

Sementara itu, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Prof Dr Azrul Azwar MPH, mengatakan pihaknya tengah membuat Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Dasa Darma (PSD), agar anggota Pramuka dapat melaksanakan isi Dasar Darma secara nyata dalam proses pembelajaran.(dew)

Image
Seluruh pengurus Hipprada Pusat berphoto bersama setelah di lantik oleh Ketua Umum Hipprada, Prof Dr Haryono Suyono

Last Updated ( Thursday, 10 May 2007 )
 
< Prev   Next >
 
Member Online
No Users Online
 
 Top
WOSM
Asia-Pacific Region
Pramuka
HIPPRADA
Scout Fellowship