Pandu Sedunia kemah di Hylands Park, Inggris Print E-mail
Posting by Administrator   
Monday, 06 August 2007

ImageHarian Terbit, Jum'at, 3 Agustus 2007

LONDON - Kontingen Indonesia pada Jambore Dunia ke-21 di Hylands Park, Chelmford, Essex, Inggris, dari tanggal 27 Juli hingga 7 Agustus diketuai Marsekal Muda TNI Eris Herryanto berjumlah sekitar 352 orang yang terdiri dari 242 Pramuka Penggalang usia 11-15 tahun, dan sekitar 20 pembina serta 40 pengurus Kwartir Nasional dan 100 pengunjung.

Ketua Pendukung Jambore Dunia dari KBRI London Iman Santosa, kepada Antara, Jambore Dunia yang akan dibuka secara resmi, Sabtu pekan lalu mengangkat tema "One World, One Promise" (Satu Dunia Satu Janji/Satya) diikuti sekitar 40 ribu pramuka dari 155 negara anggota Organisasi Kepramukaan Sedunia (World Organization Scout Movement/WOSM).

Penyelenggaraan Jambore Dunia di Inggris, yang menjadi tempat lahirnya gerakan kepanduan itu tahun ini, bertepatan dengan 100 tahun Gerakan Kepanduan Sedunia. Bertempat di Pulau Brownsea, Inggris, tepatnya tanggal 1 Agustus 1907, Lord Baden Powell yang menjadi Bapak Pandu Sedunia mengajak sejumlah remaja Inggris untuk berkemah sehingga pada tanggal tersebut dijadikan awal lahirnya gerakan kepanduan sedunia.

Indonesia Day
Beragam acara akan digelar dalam kegiatan tingkat dunia diantaranya adaiah "World Village" yaitu kegiatan yang diisi berbagai organisasi kepanduan dunia anggota WOSM sementara dari Indonesia yang didukung oleh Departemen Pariwisata bersama Yayasan Budaya Nusantara pimpinan Marzuki Usman.

Di World Village, kontingen Indonesia menampilkan disain Joglo dengan latar belakang Borobudur yang dirancang oleh Grace Anna sejak dibuat beberapa hari lalu mendapat perhatian dari para pandu sedunia.

Pada hari Minggu 29 Juli, kontingen Indonesia akan mengelar "Indonesian Day" di World Village dengan meriampilkan berbagai kesenian dari daerah di Indonesia. Selain Indonesia, hanya Inggris dan Jerman yang membangun paviliun untuk media informasi negara di World Village yang diperkirakan akan diikuti kurang lebih 32.000 orang.

Para pengurus organisasi kepanduan dari berbagai negara disambut Pramuka Indonesia dengan mengenakan busana dari berbagai daerah serta Ketua Umum Gerakan Pramuka Azrul Azwar dan Ketua Kontingen Marsekal Muda TNI Eris Herryanto.

Dalam Indonesian Days ITU, ditampilkan kesenian angklung oleh Pramuka Jawa Barat dan tarian dari Irian oleh Pramuka Papua serta Jember Fashion Carnaval pimpinan Dynand Fariz itu, hadir Sekjen Organisasi Kepanduan Dunia Eduardo Missoni dan Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Republik Irlandia Marty M Natalegawa serta Ketua Yayasan Budaya Nusantara Marzuki Usman.

Sebelum acara "Indonesia Day" digelar di tenda khusus untuk resepsi di belakang Hylands House itu, para pengisi acara mengadakan parade yang dimulai dari Global Village dimana kontingen Indonesia menampilkan tiga joglo dengan latar belakang Borobudur yang disponsori Yayasan Nusantara Indonesia serta Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Kemeriahan anjungan Indonesia menjadi daya tarik dengan tampilnya enam anggota Jember Fashion Carnawal yang mengenakan busana yang meriah mengusung tema Bali, Borneo, Animal, Recycle, Maining dan Forest itu menarik peserta Jambore dunia untuk minta foto bersama.

Jambore dunia yang berlangsung hingga 8 Agustus itu diikuti 40.000 anggota kepanduan dari 160 negara dengan thema "One World, One Promise" (Satu Dunia Satu JanjiTSatya) menjadi istimewa dengan diperingatinya 100 tahun Gerakan Kepanduan Sedunia.

Ketua Kontingen Marsekal Muda TNI Eris Herryanto dalam sambutannya menjelaskan tentang Indonesia yang mempunyai berbagai pulau mencerminkan anggota gerakan kepanduan yang ikut dalam Jambore dunia ke 21 datang dari berbagai daerah.

Sementara itu Ketua Umum Gerakan Pramuka Prof Dr dr Azrul Azwar mengawali sambutannya dengan mengajak undangan menyampaikan "Salam Pramuka" dan menyampaikan bahwa gerakan kepanduan di Indonesia mengalami perkembangan sebagai bagian dari gerakan kepanduan dunia.

Ia mengajak seluruh pandu dunia menjadi satu kesatuan dan saling memberikan dukungan satu sama lain. "Let be come unity and brotherhood," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Sekjen Organisasi Kepanduan Dunia Eduardo Missoni menyebutkan Gerakan kepanduan Dunia juga telah memberikan dukungan kepada Indonesia khususnya saat terjadinya musibah tsunami belum lama ini. "Anggota Pramuka dituntut untuk menjadi bagian dari anggota masyarakat yang baik," ujarnya. (tbt/antara)

 
Next >
 
Member Online
No Users Online
 
 Top
WOSM
Asia-Pacific Region
Pramuka
HIPPRADA
Scout Fellowship