Catatan Kegiatan Woodbadge Course C-18-06 Session 1 Hari 1,Lakota Camp-Woodstoc Print E-mail
Posting by Ari Wijanarko Adipratomo , A+   
Wednesday, 30 August 2006
Assalamualaikum.

Salam Pramuka!

Sesi pertama kegiatan Woodbadge telah berjalan dengan lancar, dengan sedikit interupsi dari sang alam dalam bentuk thunderstorm yang umum terjadi pada  masa masa pergantian dari musim panas  ke musim gugur. Peserta yang mengikuti kegiatan kursus woodbadge berjumlah 42 Orang yang dibagi dalam 6 patrol troop yang dinamai sesuai dengan urutan nama nama hewan yang digunakan oleh BP ketika beliau mengadakan woodbadge unutk pertama kalinya di Gilwell park-Inggris. perwakilan dari Indonesia , Ari Wijanarko tergabung dalam troop 6 (Bear) , bersama dengan 6 orang pembina pramuka lainnya. Di dalam troop ini , mayoritas pembina berasal dari pembina  usia Penggalang (4 orang), banyak diantara mereka yang telah membina pengalang sejak 30-40 tahun yang lalu . Terdapat juga  Pembina dari tingkatan siaga dan juga venturer.
HARI 1

Kegiatan hari pertama diwarnai dengan games games dan acara perkenalan dengan tujuan membangun persahabatan dan kerjasama dalam troop.kegiatan dimulai jumat pagi pukul 07.30 dengan registrasi , yang kemudian berlanjut dengan sesi pemotretan peserta secara perorangan , dan memasukan barang pribadi ke dalam lounge. Setelah merapikan tempat tidur pribadi , peserta diwajibkan untuk mengikuti apel bendera yang menandai dibukanya kegiatan pagi . Apel dilaksanakan dengan menaikkan bendera Amerika dan juga pembacaan Scout Oaths dan Scout Laws. Sesi kegiatan kursus berlanjut kemudian.

Pada hari pertama kegiatan kursus , semua peserta digolongkan sebagai siaga (Cub Scouts), pada tahapan siaga ini , diberikan seminar tentang bagaimana menjadi pendengar dan pembicara yang baik , sehingga dapat menghasilkan komunikasi yang efektif . Hal ini amat penting bagi pembina siaga , karena pada tingkatan siaga , para pembina harus mampu menghadapi tantangan berupa peserta didik dengan ego yang amat tinggi dan terkadang tidak mau mengindahkan perkataan pembina dan tidak ingin bekerjasama dengan peserta didik lainnya. Pada sesi ini , guide troop untuk troop bear, Cindy Krautz, mendemostrasikan bagaimana teknik menghadapi peserta didik yang tidak ingin mengerjakan tugasnya ketika camping dan menyelesaikan masalah dengan teknik pendekatan secara psikologis. Sesi kegiatan siang ditandai dengan acara cross bridge, dimana para peserta melewati jembatan kayu yang secara simbolis menandakan masa siaga telah lewat dan saatnya menyebrang ke masa penggalang. Acara dilanjutkan dengan makan siang dalam banquet yang terkenal dengan istilah blue and gold banquet.

Acara dilanjutkan dengan sesi kursus kedua yang memberikan materi tentang visi , misi dan tujuan Organisasi Gerakan Pramuka Amerika Serikat (Boy Scouts of America). Dalam sesi kursus tersebut,Cindy menekankan bahwa memahami para peserta didik dalam sisi psikologis amat penting, memberikan aktifitas yang sesuai dengan tingkatan umur juga akan menjaga ketertarikan peserta didik untuk mengikuti kegiatan, menantang kemampuan fisik dan mental apabila dirasa perlu,bukan merupakan kewajiban.Dalm sesi ini juga ditekankan bahwa Kepanduan mendidik kalangan muda untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, kompeten, bermoral, dan mejadi warga negara yang baik. Peran serta orangtua peserta didik juga amat penting untuk tetap menjaga nilai nilai luhur yang telah diajarkan untuk tetap hidup di keseharian keluarga.

Setelah sesi selesai , setiap troop mengadakan games puzzle untuk menyusun puzzle scout oath dan scout motto. Hal yang cukup menarik bila saya amati , scout oath dan laws banyak memiliki kata kata yang bila diterjemahkan akan sangat identik dengan trisatya dan dasadharma pramuka.setelah games puzzle , peserta diajak membuat cincin dasi (ring kacu atau yang terkenal dengan sebutan woggle, sebuah sebutan yang diberikan oleh BP)  yang berasal dari tali. Tali diberikan berdasarkan warna dasar golongan/tingkatan peserta.Setelah acara games dan tali menali , kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan peserta secara resmi menjadi peserta woodbadge.Pada acara ini , dasi pramuka para pembina yang bermacam-macam warna akan dilepas dan diganti dengan dasi bermotif kotak kotak hijau dengan logo kapak yang menancap pada batang kayu , yang merupakan logo woodbadge.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi games yang memacu terbangunnya kerjasama , dan juga materi sejarah woodbadge. Pada materi sejarah , dibahas kembali bagaimana kursus woodbadge pertama kali diselenggarakan oleh BP , yang mengambil logo kapak dan kayu sebagai logo kursus , dan kalung dengan manik manik kayu sebagai tanda kecakapan yang diberikan kepada peserta apabila peserta berhasil memenuhi persyaratan-persyaratan khusus berupa menjalani 5 tugas (Projects) dalam tenggang 18 bulan setelah kursus berakhir. Manik-manik kayu yang dikenakan pembina menandakan tingkatan kursus mereka. Peserta woodbadge mendapatkan 2 manik manik pada kalungnya , para instruktur mengenakan 3, direktur kursus mengenakan 4 , direktur nasional kursus mengenakan 5 manik manik , dan jumlah terbanyak , 6 manik manik dikenakan chief of scout dan direktur kursus woodbadge tingkat dunia. Sejarah asal muasal kalung , dapat ditelisir kembali ke suku Zulu di Afrika yang memberikan kalung tersebut kepada Baden Powell sebagai tanda perlindungan agar BP tidak diserang suku lain di Afrika. Direktur Kursus, Frank Mortiaty menerima penghargaan beads ke 4 pada sesi ini , pada sesi ini , banyak intruktur baru yang juga menerima beads yang menjadikan mereka 3beads.

Makan malam dimulai pukul 6 , kemudian dilanjutkan dengan seminar tentang tata cara pelaksanaan Api unggun , hal hal apasaja yang appropriate untuk api unggun, hal hal dan nyanyian yang tidak pantas untuk api unggun, teknik menyalakan api unggun, penjagaan keselamatan acara api unggun dan pertolongan pertama  pada luka yang mungkin terjadi saat api unggun. Acara dimeriahkan dengan parodi dan lawak yang dibawakan oleh staff dan instruktur. Lelucon "Dark Sucker" menjadi bintang pada malam tersebut, Mr.Alfred yang membawakan lawak tersebut berpenampilan layaknya Einstein yang menjelaskan cara kerja cahaya dan senter, dimana senter berfungsi bukan sebagai pemancar cahaya , namun lebih menjadi penghisap gelap (Dark sucker) . acara ditutup dengan apel penurunan bendera Boy Scouts dan Bendera Amerika (Retiering Flags).Peserta dibebaskan berlayar ke pulau kapuk dan sleeping bag setelah acara tersebut .

Catatan --Bagi kakak kakak yang ingin materi2 dan foto2 woodbadge : Materi Kursus Woodbadge akan dipostingkan setelah Oktober , mengingat semua peserta tidak mendapatkan copyan materi pada saat kursus, namun akan diberikan  dalam bentuk CD bersama dengan foto-foto kegiatan setelah woodbadge selesai.

Salam Pramuka !
Last Updated ( Tuesday, 12 December 2006 )
 
< Prev   Next >
 
Member Online
No Users Online
 
 Top
WOSM
Asia-Pacific Region
Pramuka
HIPPRADA
Scout Fellowship