Pramuka Unair Gelar Pelatihan SAR Print E-mail
Posting by Administrator   
Monday, 19 February 2007

Imagessnet| Mahasiswa dua PTN di Surabaya, harus diakui menjadi pioner nasional yang tanggap terhadap masalah bencana. Setelah Kamis (15/02) BEM ITS memulai pelatihan penanggulangan kebencanaan antar-aktivis sesama BEM, kemudian Jumat (16/02) pagi giliran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kepramukaan Universitas Airlangga (Unair) memulai kegiatan nasionalnya bertajuk "The National Youth Rescuer Training 2007" (TNYRT).

Bedanya, jika ITS diikuti anggota BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), sedang di UKM Unair mengundang sejawat para anggota kepramukaan dari 26 PTN/PTS di Indonesia, hingga jumlahnya mencapai 60 orang. Peserta paling barat datang dari Universitas Syah Kuala, Nangro Aceh Darussalam dan paling timur dari Gorontalo.

Selebihnya dari Medan, Padang, Palembang, Kalimantan, dan Bali. PTN di Jawa yang ikut antara lain ITB, IPB, Unpad, UGM, Unibraw, ITS, UM, Unesa dan tuan rumah. Tetapi Unair tidak hanya mengirim UKM Pramuka, tetapi juga utusan UKM Pecinta Alam WANALA, UKM KSR PMI, dan Menwa.

ImageTNYRT di Unair berlangsung satu minggu, pada 15 - 22 Februari 2007. Pembukaan pelatihan ‘SARman’ (SAR mahasiswa nasional) itu, dilakukan dalam suatu upacara di taman kolam depan Rektorat Unair di kampus C Jl. Mulyorejo, yang dipimpin Dr.dr. SUNARKO SETYAWAN MS, Warek III (Bid. Kemahasiswaan) Unair, dan dihadiri SINGGIH SETYO SAYOGO, Andalan Nasional dari Dewan Kerja Nasional Gerakan Pramuka Pusat.

Dr.dr. SUNARKO SETYAWAN MS, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan semacam pelatihan SAR ini mengindikasikan kepekaan mahasiswa terhadap situasi nasional, dimana akhir-akhir ini terdapat banyak cobaan bencana yang menerpa kita. Karena itu, ia berharap sumbangsih UKM Pramuka Unair dengan mengadakan kepelatihan ini akan berguna untuk turut mengatasi masalah jika terjadi bencana.

Kemudian andalan nasional SINGGIH SETYO SAYOGO, dalam panel diskusi yang dilaksanakan usai upacara pembukaan, mengatakan, diklatnas SAR yang diikuti oleh mahasiswa dari multidisiplin ilmu secara nasional, ini sungguh sangat tepat, karena diantara mereka bisa sharing dalam merumuskan pemikiran kerja SAR yang sifatnya juga multi kompleks.

“Bencana yang muncul di Indonesia ini multi kompleks atau multi bencana, ada banjir, tsunami, gempa bumi, tanah longsor, kebakaran, dsb, sehingga juga harus dihadapi dengan multidisiplin ilmu yang tergabung dalam tim SAR, misalnya ada ahli gempa, ahli kesehatan, psikologi, ahli trauma, ahli penyelamatan korban, ahli gizi, dsb. Pendek kata kepelatihan ini sangat-sangat berguna,” tandas SINGGIH mengutip siaran pers yang diterima suarasurabaya.net, Jumat (16/02).

Ditempatkannya pelatihan ini di Universitas Airlangga, ia nilai juga sangat tepat, sebab di kampus ini pula terdapat multi disiplin ilmu minus masalah teknologi sehingga sebagai pelatihan tentang tugas-tugas SAR, dinilai sangat tepat, apalagi Unair juga bekerjasama dengan RSUD Dr. Soetomo, rumah sakit besar dan peralatan yang komplit.

RAHMA KUSUMANDARI, Ketua UKM Pramuka Unair, menjelaskan, materi kepelatihan SAR Nasional bagi anggota pramuka mahasiswa yang diselenggarakan ini meliputi praktik dan teori. Pemateri tersebut antara lain dari BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika), Dinas Kesehatan/RSUD Dr Soetomo, Basarnas, penanganan korban secara psikologis.

Pelatihan praktik dilaksanakan di Gunung Pundak (Mojokerto) dengan materi simulasi pencarian korban dan navigasi, sedangkan yang dilaksanakan di Surabaya berupa simulasi penanganan korban bencana kebakaran, serta PGD (Program Pelatihan Gawat Darurat) oleh IRD (Instalasi Rawat Darurat) RSUD Dr. Soetomo.

Sumber : suarasurabaya.net

 
< Prev   Next >
 
Member Online
No Users Online
 
 Top
WOSM
Asia-Pacific Region
Pramuka
HIPPRADA
Scout Fellowship