Raimuna Daerah DKI Jakarta 2007 Dibuka Print E-mail
Posting by Administrator   
Monday, 17 December 2007

Image
Ka Mabida dan Ka Kwarda DKI Jakarta
Dalam temaram senja menjelang, Raimuna Daerah DKI Jakarta secara resmi dibuka kemarin (16/12). Upacara pembukaan yang sedianya akan dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB, dipercepat dan dimulai pada pukul 16.15 WIB. Bertindak selaku Pembina Upacara yaitu Kak Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta selaku Ka Mabida DKI Jakarta.

Image
Peserta uapacara pembukaan
Suasana meriah mewarnai acara pembukaan tersebut, dengan ditampilkan atraksi kesenian khas Jakarta, seperti Tarian Pencak Silat, Gendang Rampak dan tak ketinggalan kesenian tradisional yang semakin jarang ditampilkan, yaitu tanjidor. Setelah menyampaikan amanatnya, Pembina Upacara menancapkan kapak sebagai tanda dimulainya Raimuna Daerah DKI Jakarta. Penancapan kapak tersebut diiringi dengan pijaran kembang api yang menerangi lapangan Kempa 3 Bumi Perkemahan Cibubur, tempat dilaksanakannya acara tersebut.

Bangku undangan terlihat tidak penuh, karena beberapa undangan tidak mendapat informasi dimajukannya jadwal acara yang memang mendadak tersebut. Tampak di tribun undangan antara lain Sesjen Kwarnas Kak Joediyaningsih, Walikotamadya Jakarta Pusat Muhayat dan undangan dari Kwartir Cabang se-DKI Jakarta.

Image
Penyematan tanda peserta oleh Ka Mabida DKI Jakarta
Dalam amanatnya, Gubernur DKI Jakarta menyampaikan pesan sekaligus komitmen Pemerintah DKI Jakarta untuk mendukung Gerakan Pramuka DKI Jakarta pada umumnya, dan rencana kegiatan Raimuna Nasional 2008. Sebagaimana diketahui, melalui Keputusan Munas 2003, DKI Jakarta dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Raimuna Nasional 2008. Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana Raimuna Daerah DKI Jakarta, Kak Nurul Musyafirah antara lain menyebutkan salah satu misi yang diemban oleh kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan Pramuka Penegak dan Pandega DKI Jakarta untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Raimuna Nasional 2008.

Kegiatan Raimuna Daerah DKI Jakarta 2007 ini diikuti oleh 650 orang Pramuka Penegak dan Pandega putera dan puteri, dan dikelola oleh 150 orang Panitia yang juga Pramuka Penegak dan Pandega. Para peserta ini akan mengikuti kegiatan dari tanggal 16 – 21 Desember 2007. Panitia telah menyiapkan tak kurang dari 40 jenis kegiatan yang terbagi dalam kelompok kegiatan umum, petualangan, bakti, keterampilan, seni budaya, dan wisata.

Ambacana Jayakarta

Image
Membuat Kerak Telor salah satu makanan khas betawi
Sejak pagi hari sebelum upacara pembukaan, arena perkemahan tampak berbeda dari kegiatan pramuka biasanya. Oleh Panitia, kegiatan hari itu diberi tema “One Day on Batavia”. Pada hari itu, seluruh warga perkemahan mengenakan atribut khas betawi. Bagi warga putera, si Abang, menggunakan baju koko, celana motif batik, lengkap dengan sarung terlipat yang menggantung di leher dan tak lupa kopiah. Sedangkan warga puteri, si Mpok, menggunakan baju kurung kebaya khas betawi. 

Tak hanya pakaiannya, kegiatan hari itu pun diwarnai budaya betawi yaitu pembuatan kerak telor, bir pletok dan aneka kerajinan tangan. Tak cukup sampai disana, hari itu warga perkemahan pun menggunakan dialek betawi dalam percakapannya.

Image
Pembacaan sandi Ambacana Jayakarta oleh Nurul, Wakil ketua DKD
Menjelang sore, sebagaimana biasanya kegiatan Pramuka Pene4gak dan Pandega, dilaksanakan pula acara adat Ambalan Racana, yang di DKI Jakarta disebut tradisi Adat Ambacana Jayakarta. Di tengah rintik hujan, Pramuka Penegak dan Pandega terbaik dari seluruh DKI Jakarta mengikuti upacara tersebut dengan penuh khidmat. Puncak acaranya yaitu prosesi adat dimana Kak Nurdin, Ketua DKD DKI Jakarta selaku pemangku adat mengeluarkan golok pusaka adat dari warangkanya yang kemudian diiringi dengan pembacaan Sandi Ambacana Jayakarta.(irwan)

 
< Prev   Next >
 
Member Online
No Users Online
 
 Top
WOSM
Asia-Pacific Region
Pramuka
HIPPRADA
Scout Fellowship