| PENANGANAN BENCANA MEMERLUKAN MANAJEMEN DAN TEHNIK YANG HANDAL |
|
|
| Posting by Administrator | |
| Tuesday, 17 April 2007 | |
|
SIARAN PERS KWARNAS No. 26/HK-IV/2007
Penanganan bencana yang memerlukan manajemen dan tehnik yang handal tersebut disampaikan Walikota Padang Panjang selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Padang Panjang, dr. H. Syuwirsam di depan para peserta Pelatihan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat (PPBBM) di hotel Hasiba, Jum’at, 13 April 2007 saat membuka resmi pelatihan tersebut. Pelatihan ini sangat penting artinya ujar pak Walikota, mengingat bahwa bencana alam terutama gempa bumi merupakan suatu hal yang tidak bisa kita pastikan kedatangannya. Di samping itu, biasanya pada saat terjadinya gempa bumi, sebagian besar masyarakat yang ditimpa bencana mengalami kekalutan, kepanikan, sehingga kadangkala tidak lagi berpikir jernih dan cendrung membahayakan keselamatannya. Padahal dengan situasi darurat tersebut sangat diperlukan untuk memgambil keputusan dan atau melakukan tindakan-tindakan yang tepat dalam rangka menyelamatkan diri. Untuk itu perlu adanya upaya-upaya bantuan yang spontan dan tepat sasaran, tegas pak Walikota.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana PPBBM, Dian Yahya (Pb. Andalan Nasional Gerakan Pramuka) menyampaikan, bahwa pelatihan yang bertema “Ikut-serta Membangun Masyarakat Melalui Karya Nyata” ini, diikuti 30 orang Pramuka Muda dan dewasa dari utusan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Barat, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Padang Panjang, Padang Pariaman, Tanah Datar, Bukit Tinggi, Payakumbuh dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Solok. Sedangkan tujuannya adalah untuk menumbuhkembangkan dan memupuk kesadaran akan pengetahuan dan pemahaman tentang apa itu bencana, bagaimana mencegah, menghadapi dan menanggulangi akibat yang ditimbulkan oleh bencana tersebut serta memahami dan menerapkan hakekat arti pentingnya pencegahan dan penanggulangan bencana. Dilaporkan Kak Dian, bahwa pelatihan selama 3 hari, 13 – 15 April 2007 ini, para peserta mendapatkan informasi, pengetahuan dan praktek dengan materi meliputi orientasi tentang Pramuka Peduli, Tanggap Darurat Bencana yang akan disampaikan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Penanganan kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang, Teknik P3k dan trauma healing. Di masa-masa mendatang, dengan adanya pelatihan ini akan meningkatkan kemampuan tehnis manajemem dan koordinasi serta menjadi cikal bakal bagi terbentuknya tindak Pramuka Peduli dari semua jajaran kwartir Gerakan Pramuka di Indonesia. Acara penutupan akan dilaksanakan pada hari Minggu, 15 April 2007 oleh Ketua Kwatir Nasional Gerakan Pramuka, Prof. DR. dr.H. Azrul Azwar, MPH di rumah kediaman Walikota Padang Panjang, Sumatera Barat. Acara penutupan yang berlansung pukul 10.00 WIB tersebut, Kwartir Nasional akan menyerahkan bantuan berupa 3 unit tenda pelton dan 6 unit obat-obatan untuk 3 kabupaten yang tertimpa bencana gempa bumi beberapa waktu yang lalu. |
| < Prev | Next > |
|---|


Padang Panjang (14/4), Apabila kita mencoba evaluasi terhadap pelaksanaan penanggulangan pasca bencana alam yang terjadi beberapa waktu yang lalu, dibeberapa Kabupaten Kota yang ada di Sumatera Barat, kita melihat disana sini masih terdapat kekurangan dalam segi manajemen dan teknis penanganan bencana. Pengalaman tersebut membuat kita semua menyadari betapa pentingnya, bahwa penanganan bencana alam memang memerlukan manajemen bencana yang dilengkapi dengan kemampuan teknik, khususnya bencana yang datang secara tiba-tiba.
Kemampuan mengatasi situasi darurat tersebut tentunya memerlukan keahlian tersendiri yang didapatkan melalui diklat seperti PPBBM yang diselenggaran Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ini. Pak Walikota menegaskan, bahwa pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari ini, diharapkan memberikan kemampuan manajemen tehnis bagi anggota Gerakan Pramuka Kwartir Cabang se Sumatera Barat. Melalui pelatihan ini, para peserta yang terdiri dari anggota Gerakan Pramuka dapat mendiskusikan bagaimana tata cara penanggulangan bencana berbasis masyarakat sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen dan tehnik bencana yang dipadukan dengan pengalaman-pengalaman di lapangan saat memberi pertolongan, sehingga menghasilkan metoda yang tepat bagi pelaksanaan penanggulangan bencana dimasa-masa mendatang di mana kakak-kakak berada.



