| Calon-calon Pewarta Muda |
| Posting by Administrator | |
| Tuesday, 02 October 2007 | |
![]() Serius mengikuti pelatihan Dunia kewartawanan tampaknya tak bakal kehilangan pesona. Situs jurnalisme warga Wikimu.com contohnya. Selalu saja ada jurnalis warga baru yang mengirim tulisan dan fotonya. Di kalangan pramuka pun, kegiatan kewartawanan cukup banyak peminatnya. Hal itu antara lain terlihat dalam suatu pelatihan tiga hari yang diselenggarakan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DKI Jakarta di Gedung Kwarda DKI di Jalan Diponegoro 26, Jakarta Pusat. Tak kurang dari 30 peserta ikut dalam pelatihan yang diadakan pada 28-30 September 2007. Pelatihan itu sendiri merupakan bagian dari kegiatan untuk mempersiapkan diri menyambut Jamboree On The Air (JOTA), sebuah kegiatan interaksi pandu sedunia melalui perangkat amatir radio, dan Jamboree On The Internet (JOTI), kegiatan interaksi pandu sedunia melalui perangkat komputer yang dihubungkan ke internet. Penulis mendapat kesempatan membagi pengetahuan jurnalistik kepada para peserta yang terdiri dari Penegak (golongan pramuka yang berusia 16-20 tahun) dan Pandega (golongan pramuka yang berusia 21-25 tahun), yang berasal dari seluruh wilayah di DKI Jakarta, kecuali dari Kepulauan Seribu. Agaknya faktor transportasi yang menyebabkan perwakilan pramuka dari Kepulauan Seribu urung datang ke pelatihan itu. ![]() Suasana pelatihan Pada acara itu, penulis sempat pula memperkenalkan sepintas mengenai jurnalisme warga, termasuk memperkenalkan situs http://www.wikimu.com/. Jadi bukan tak mungkin, nantinya akan ada peserta pelatihan tersebut yang ikut menuliskan berbagai hal atau mengirim foto ke Wikimu.com. Di antara beberapa latihan yang diberikan kepada para peserta, ada tulisan menarik saat peserta dibagi dalam kelompok yang terdiri dari dua orang. Mereka diminta untuk membuat berita mengenai pelatihan tersebut. Manakala peserta umumnya membuat berita yang isinya hanya sekadar informasi mengenai pelatihan itu, kelompok yang terdiri dari Putra Nugraha dan Heldian Purwanto, menulis berita yang agak lain sudut pandangnya. Berikut berita yang mereka buat setelah disunting oleh seorang redaktur sebuah surat kabar harian:
"Apa? Lo, anak pramuka? Masih zaman apa pramuka?" Ya, kira-kira begitulah yang terdengar kalau kita mengatakan bahwa kita adalah anggota Gerakan Pramuka. Banyak kalangan yang masih menganggap bahwa pramuka kegiatannya hanya baris-berbaris dan bernyanyi saja. Diadakannya Training of JOTA & JOTI, pelatihan untuk mempersiapkan diri mengikuti Jamboree On The Air (JOTA) dan Jamboree On The Internet (JOTI) yang diadakan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DKI Jakarta di Gedung Kwarda, Jalan Diponegoro 26, Jakarta Pusat, diharapkan dapat mengubah semua anggapan tersebut. Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 28-30 September 2007, dihadiri oleh para pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai wilayah di Jakarta. Pada acara tersebut, para peserta diajarkan berbagai macam keahlian untuk JOTA dan JOTI. Mulai dari keahlian mengoperasikan peralatan amatir radio, sampai membuat situs web sendiri. "Keren!", begitulah kata Heldian, salah satu peserta pelatihan JOTA dan JOTI, setelah mengikuti seluruh rangkaian acara tersebut. Jadi jelas, pramuka tidak hanya bisa baris-berbaris dan bernyanyi-nyanyi saja. Melalui pelatihan itu, para peserta diajarkan untuk lebih mengenal dunia modern dan segala seluk-beluknya. Semoga saja dengan adanya pelatihan tersebut, dapat mengubah pandangan orang yang masih sering mengatakan bahwa pramuka itu ketinggalan zaman.
Kami Pramuka Modern "Apa? Lo, anak pramuka? Masih zaman apa pramuka?" Ya, kira-kira begitulah yang terdengar kalau kita mengatakan bahwa kita adalah anak pramuka. Mereka masih menganggap bahwa pramuka hanya bisa baris-berbaris dan bernyanyi saja. Diadakannya Training of JOTA & JOTI yang bertempat di Kwartir Daerah Propinsi DKI Jakarta, diharapkan akan mengubah semua paradigma tersebut. Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 28 sampai 30 September 2007, dihadiri oleh para pramuka dari berbagai wilayah di Jakarta. Pada acara yang diselenggarakan oleh Kwartir Daerah DKI Jakarta tersebut, para peserta diajarkan berbagai macam keahlian untuk JOTA (Jamboree On The Air) dan JOTI (Jamboree On The Internet). Mulai dari keahlian mengoperasikan radio sampai membuat website sendiri. "Keren...!", begitulah kata salah satu peserta pelatihan yang bernama Heldian, setelah mengikuti seluruh rangkaian acara. Kini kita semua tahu bahwa pramuka tidak hanya mampu baris-berbaris dan bernyanyi-nyanyi saja, tetapi melalui kegiatan pelatihan JOTA dan JOTI ini, kita diajarkan untuk mengenal dunia dan seluk-beluknya. Semoga saja dengan adanya pelatihan ini dapat mengubah pandangan orang-orang bahwa pramuka itu ketinggalan zaman. |