MENYONGSONG 100 TAHUN GERAKAN PRAMUKA DUNIA Print E-mail
Posting by Rahman   
Thursday, 12 April 2007

Oleh : Haryono Suyono

Image(artikel ini dibuat menjelang Munas Gerakan Pramuka tahun 2003)

Bulan ini di Pontianak, Kalimantan Barat, Gerakan Nasional Pramuka mengadakan Munasnya. Mereka akan membahas tantangan generasi muda pada jaman yang penuh gejolak. Mereka akan membahas peranan Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan non formal yang memberi kesempatan setiap generasi muda untuk mengembangkan watak dan kepribadiannya secara demokratis. Gerakan Pramuka menjadi salah satu andalan dimana setiap generasi muda, dengan dukungan suasana yang kondusif, kesempatan partisipasi yang bebas, suasana gembira dan lingkungan kecil yang saling memberi dukungan, dapat mengembangkan kemampuan dan prakarsa pribadi sebagai bekal kepemimpinan yang bermutu untuk mampu menghadapi tantangan masa depan yang berat.

Para sesepuh dan pembina Gerakan Pramuka di Pontianak harus bergelut menghadapi tantangan jaman. Gerakan Pramuka sebagai organisasi sosial kemasyarakatan non pemerintah, lebih-lebih dalam prinsip kemandiriannya, tidak mendapat dukungan anggaran tetap dari pemerintah. Lembaga swasta dan orang tua yang biasa mengirim anak-anaknya untuk mengikuti Gerakan Pramuka juga jarang merasa wajib memberi dukungan anggaran untuk kegiatan yang demikian pentingnya. Seakan-akan kegiatan Gerakan Pramuka dapat berjalan lancar tanpa harus mengeluarkan anggaran atau dukungan lainnya. Akibatnya jumlah dan mutu tenaga pendamping maupun pelatih dan kegiatannya harus menjadi korban.

Menurut Sekjen Gerakan Pramuka Asia Pasifik Anthony Thng dalam pertemuan Gerakan Pramuka Asia Pasifik baru-baru ini di Jakarta menyatakan bahwa Gerakan Pramuka, menjelang usianya yang ke 100 di tahun 2007 yang akan datang harus segera mengubah citranya yang kurang menguntungkan. Tuduhan bahwa Gerakan Pramuka adalah produsen fun, camping dan entertaintment tanpa tujuan harus bisa diubah. Gerakan Pramuka adalah suatu lembaga pendidikan non formal yang bermutu, gerakan pendidikan dengan tujuan luhur. Biarpun tantangan dan saingan dari organisasi di luar Gerakan Pramuka makin membesar, nampaknya Gerakan Pramuka yang hampir berusia 100 tahun itu belum mampu mengadakan perubahan dari dalam.

Diperlukan keberanian untuk menjadikan momentum peringatan 100 tahun Gerakan Pramuka di dunia itu sebagai momentum untuk mempertahankan eksistensi Gerakan Pramuka yang tetap dicintai rakyat, dicintai generasi muda dan remaja sebagai wahana penggemblengan diri dan latihan kepribadian dan kepemimpinan mandiri yang demokratis. Gerakan Pramuka harus tetap eksis dicintai oleh orang tua yang menyerahkan anaknya untuk menjadi bagian dari masyarakat masa depan yang sanggup dengan kekuatan diri sendiri merajut masa depan pilihannya sesuai dengan kemampuan yang dikembangkannya sendiri. Gerakan Pramuka harus tetap dicintai rakyat karena Gerakan Pramuka memperkenalkan generasi muda kepada masyarakatnya sesuai dengan aspriasi budaya yang berkembang dalam lingkungannya. Sifat internasional atau globalnya adalah persahabatan dan kerjasama, penghargaan terhadap nilai-nilai universal, penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang beradab.

Indonesia yang terkenal memiliki jumlah anggota Pramuka yang sangat besar harus mampu mengantisipasi peranan yang diharapkan sahabatnya di berbagai belahan dunia lainnya. Indonesia harus bisa mempergunakan momentum Munas di Pontianak sekarang ini untuk menyusun dan mengadopsi strategi untuk tampil beda pada tahun 2004 dan tahun-tahun pembaharu yang mungkin akan berkembang menjelang peringatan 100 tahun Gerakan Pramuka Dunia di tahun 2007 yang akan datang.

Karena itu, mengikuti pidato Sekjen Gerakan Pramuka Asia Pasifik Anthony Thng beberapa waktu lalu, Munas Gerakan Pramuka di Pontianak harus berani tampil beda. Munas Gerakan Pramuka harus berani mengambil keputusan politik untuk mengembangkan aliansi strategis dengan berbagai organisasi dan lembaga pemerintah dan swasta yang mempunyai perhatian sama terhadap upaya pemberdayaan generasi muda dan remaja. Gerakan Pramuka harus dengan nyaring dan meyakinkan menempatkan generasi muda dan remaja sebagai titik sentral pembangunan.

Munas harus menelorkan mandat baru kiranya Gerakan Pramuka sanggup merespon tuntutan masyarakat yang berubah dan lingkungan yang tambah kompleks. Generasi muda yang mendapat iming-iming dari berbagai organisasi kepemudaan lainnya harus tetap dapat diajak mencintai Gerakan Pramuka-nya bukan dengan memaksa mereka berpakaian seragam Pramuka pada hari-hari tertentu di sekolahnya. Gerakan Pramuka harus bisa menawarkan kelebihan dan daya tarik yang tetap tinggi melalui berbagai program dan kegiatannya. Gerakan Pramuka harus tetap tampil atraktif serta sanggup menjawab dan memenuhi permintaan dan tuntutan jamannya. Karena itu penampilan suasana ceria dan hiburan saja mungkin tidak lagi cukup. Perlu diciptakan daya tarik baru tanpa menghindari pendekatan filosofis dan sifat-sifat hakiki yang pernah diberikan oleh Bapak Pandu Sedunia Lord Baden-Powell sejak kamping pertamanya di tahun 1907, di Pulau Brownsea, hampir seratus tahun yang lalu.

Sekjen Gerakan Pramuka Asia Pasifik yang berasal dari Singapura itu nampaknya befikir praktis dan dinamis. Beliau menganjurkan agar untuk mengembangkan proyek-proyek yang bisa menarik partisipasi generasi muda anggota Pramuka, segera menggalang kerjasama yang erat dengan berbagai organisasi sejenis, tidak harus sesama organisasi pramuka sendiri. Untuk itu diperlukan pemimpin yang tidak saja mahir menyusun rencana, mengolah data dan mengadakan kontrol, tetapi harus berani dipilih seorang pemimpin yang sanggup dan berani mengadakan perubahan di dalam menjadikan organisasi Gerakan Pramuka yang lebih lincah, sanggup menjawab tantangan jaman dan permintaan masyarakat konsumennya dengan gesit. Pemimpin yang dikehendaki harus sanggup menggelar kerjasama dan dalam suasana kerjasama itu dikembangkan kegiatan dengan menempatkan generasi muda dan remaja sebagai titik sentral pembangunan.

Munas Gerakan Pramuka sebagai badan tertinggi dalam tata urutan Gerakan Pramuka tidak dihalangi untuk mengambil kebijaksanaan yang mampu menempatkan generasi muda dalam harapan masa depan yang gemilang. Kalau Munas Gerakan Pramuka tidak mengambil keputusan yang bijaksana, kita ragu-ragu apakah generasi muda Indonesia, sebagai anggota Gerakan Pramuka, masih mempunyai kesempatan untuk berperan dalam memberi warna Gerakan Pramuka Dunia untuk 100 tahun di masa depan. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Umum Hipprada) – Pengantar-Pramuka-15Desember2003.

Last Updated ( Thursday, 12 April 2007 )
 
< Prev   Next >
 
Member Online
No Users Online
 
 Top
WOSM
Asia-Pacific Region
Pramuka
HIPPRADA
Scout Fellowship