|
Dua hari Di Jogja Ngikuti Diklat Instruktrur Penegak |
|
|
|
Posting by Irwan Riduan
|
|
Thursday, 17 July 2008 |
|
Kiriman : Moh Nasir Salam Pramuka Kakak-kakak sedikit cerita dua hari liburan Plus transfer knowledge buat adik-adik calon generasi penerus gerakan pramuka di pendidikan dan latihan Instruktur untuk Penegak yang diikuti oleh bberapa gugusdepan Penegak se Jawa (walau tidak semua mengikuti dan sebagian besar sebaran peserta ada di jateng dan DIY).
Dari jakarta jumat go show ke Gambir hehehe nembak calo dapat dech kereta tambahan Argo Lawu Ke jogja.. hmm kangen juga dah lama nga iburan ke kota yang pernah memberikan arti hidup ini...
Ke Jogja atas undangan Sangga Kerja kegiatan Diklatur untuk memberikan materi Permainan Tali "ah dah lama sekali tidak menikmati rapelling, bseiling dan prusiking di daerah Djogja.. "ingat masuk Luweng purba i semanu" dekat kali suci ...
Sabtu 12 juli 2008 Pembukaan di buka Oleh Rektor UNY, Prof. Sugeng ardiyono, Ph.D. walau sangat sederhanya di Buperta Babarsari beliau menekankan bahwa " Pembinaan Generasi muda lewat kegiatan-kegiatan yang berorientasi pendidikan kecakapan hidup" dalah salah satu modal penting membangun bangsa yang sudah carut marut ini.
Selanjutnya pemberian Materi mungkin rekan-rekan belum terlalu kenal gn nama--nama ini tapi mudah mudahan akan membantu melihat kapasitas kegiatan ini :
- Agus Widodo, HS (dasar-dasar teknik hidup dialam terbuka) - Hermijati Zaed - Fauzan Hakim - Dwi Purnomo (Ka' Idut) - Dwi (Ka Dwi di kwarcab Jogja) - Muh Nasir (Permainan Tali) - Ka' Pramusinto (Komlek) - ka' Suharto dan masih banyak lagi
Intinya dari satu kali saya memberikan materi teori dan praktek pengenalan adalah bahwa "pembinaan keterampilan alam bebas" yang menjadi roh kepramukaan kita perlu mendaptkan perhatian, karena beberapa peserta bahkan belum pernah merasakan apa sebenarnya kegiatan permainan tali itu sendiri, saya tercekat karena begiutu saya mulai gn mengecek keterampilan simpul, jerat dan ikatan betapa say mulai ecut"Pendidikan kepanduan di penegak harus segera kita perbaiki bersama". mungkin yg saya berikan terlalu tinggi tapi itu merupan standar dasar pengetahun yg harus dimiliki demi "keamanan dan keselamatan berkegiatan di alam bebas"
SAYA BERPRINSIP "PERGI KEALAM BEBAS DENGAN SELAMAT PULANG PUN HARUS SELAMAT" kecuali itu nasib, tapi karena kecerobohan kekurang Perhitungan dan ketidaktahuan kemampuan membaca tanda2 alam adalah bencana bagi kegiatan kepramukaan.
Sayang saya harus on time work in jakarta, pulang.. pengen kembali mengikuti kegiatan lapangannya, dan menelusuri setiap lekuk muka bumi di sisi Selatan MERAPI, menikmati teh dan kopi jangat di Pos 0 Kinahredjo tempat Mbah Maridjan, mendengar nasehat dan pesan-pesan sang kuncen merapi dan tentunya menikmati kesederhanaan dan keteguhan dan keikhtiaran beliau dalam beragama.
Akhirnya info terbaru : Kita Kangen Kegiatan Lapangan, kegiatan yang menantang dialam bebas, memberikan rasa percaya diri, keterampilan dan sikap menghargai dan menciantai alam.. (Moh Nasir)
NANTIKAN DIKLAT INSTRUKTUR MUDA RACANA DI JOGJA |
|
Last Updated ( Friday, 18 July 2008 )
|