Menghadapi Tantangan Masa Depan Print E-mail
Posting by Hendry Risjawan   
Wednesday, 31 January 2007

Teman saya pernah mengeluh pada saya dengan berkata, “Mengapa ya perencanaan bisa berubah dalam hitungan hari?” Maka saya hanya menjawab, “Ya itulah realitas zaman sekarang”. Sejak ditemukannya telepon, komputer, modem, dan perangkat jaringan yang mendukung, telah menjadikan dunia ini begitu dinamis.

Perubahan itu sudah mulai terasa di awal tahun 1990-an, yang ditandai dengan semakin maraknya bisnis maya di dunia internet. Informasi bertebaran di mana-mana. Semakin murah orang untuk mendapatkan informasi yang ia inginkan. Anda ingin tahu bagaimana membuat kue bolu? Di dunia internet informasi itu ada. Mengetahui lebih jauh pemain sepakbola kesayangan anda? Berita angin topan yang melanda di Amerika sejam yang lalu? Pergantian presiden di negara lain? Bangkrutnya perusahaan X di negara India? Semuanya ada di sini, di dunia internet.Apa dampak dengan adanya internet? Sangat luas sekali. Internet mempermudah akses informasi orang lain. Kejadian detik yang lalu dapat anda akses lebih cepat dari aliran gosip. Sehingga reaksi orang mengenai suatu kejadian dapat cepat direspon. Tawaran bisnis sejam yang lalu dapat berubah dalam hitungan menit. Inilah yang menjadi semakin dinamisnya dunia. Kecepatan akses mempercepat pengambilan keputusan dan mempersingkat waktu. Siapa yang lambat ia akan terlambat. Jelas bila keadaan dunia ini berubah dengan cepat, maka apa gunanya lagi suatu perencanaan? Biasanya bila sudah begitu orang akhirnya menggunakan intuisinya saja dalam pengambilan keputusan. Namun apakah itu baik bagi usaha produktif yang fokus? Kita tetap membutuhkan perencanaan. Ada pepatah bila anda gagal merencanakan maka anda telah merencanakan kegagalan itu sendiri. Perencanaan yang seperti apa yang dapat menjawab tantangan masa depan yang semakin dinamis ini? Ada beberapa tip yang dapat membantu anda dalam hal ini.
  1. Buatlah perencanaan lebih dari satu, minimal tiga perencanaan. Rencana pertama dibuat dengan asumsi kondisi normal. Tidak terjadi gejolak yang signifikan terhadap faktor utama. Rencana kedua bila kondisi masa depan yang sangat baik. Yang ketiga, perencanaan yang dibuat dengan kondisi buruk atau yang paling buruk. Kondisi terburuk apa yang mungkin akan anda hadapi di masa depan? Apa yang bisa anda lakukan terhadap hal itu? Bagaimana bila kondisinya sangat baik, apa yang dapat anda lakukan untuk meraihnya secara optimal?
  2. Jangan segan-segan merubah rencana, bila ada perubahan kondisi. Entah kondisi itu berupa adanya peluang baru, atau juga adanya ancaman baru. Atau apapun yang dapat mempengaruhi pencapaian masa depan anda. Perhatikanlah perubahan lingkungan itu dengan seksama.
  3. Tingkatkanlah daya baca anda. Di zaman ini istilah buta huruf bukan lagi milik orang yang tidak melek huruf, namun ketidakmampuan untuk mengambil manfaat dari informasi yang masuk ke dalam dirinya. Daya baca adalah bagaimana anda mampu memanfaatkan informasi yang anda raih. Kemampuan memanfaatkan itulah yang menjadikan perbedaan antara kalangan masyarakat yang maju dengan yang terbelakang. Selain itu daya baca berhubungan dengan kemampuan membedakan antara informasi berita, gosip, fakta, fiksi, dan prasangka.
  4. Pandanglah perencanaan sebagai alat, bukan pedoman. Perencanaan adalah alat anda dalam mencapai cita-cita anda. Alat itu bukan sesuatu yang harus dipercayai untuk digunakan atau tidak, tapi apakah itu berdayaguna atau tidak? Seperti anda akan menggunakan palu untuk memaku. Apakah anda harus percaya dulu pada palu bahwa palu itu bisa digunakan?
  5. Terakhir, cobalah untuk berani mengambil resiko. Menjalankan perencanaan memerlukan keberanian. Tidak seorang pun yang mengetahui masa depan. Bila kita diam saja setelah perencanaan dibuat, maka kita akan tergilas oleh kejamnya globalisasi. Daripada tergilas atau hanya menjadi penonton, maka alangkah baiknya kita mencoba berpikir memanfaatkan globalisasi itu dengan menjalankan perencanaan anda. Peluang emas datang dan pergi. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana keadaan anda ketika peluang itu hadir menyapa?
 
< Prev   Next >
 
Member Online
No Users Online
 
 Top
WOSM
Asia-Pacific Region
Pramuka
HIPPRADA
Scout Fellowship